Konten dari Pengguna

9 Contoh Aturan di Rumah untuk Anak SD yang Bisa Meningkatkan Kedisiplinan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh aturan di rumah, sumber: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Contoh aturan di rumah, sumber: Pexels

Setiap orang tua pasti mendambakan anak-anak yang patuh dan disiplin. Namun, kedisiplinan itu tidak bisa terbentuk dalam sekejap. Ada beberapa contoh aturan di rumah untuk anak SD yang bisa diterapkan oleh orang tua, untuk mendisiplinkan anak sejak dini.

Aturan sama dengan tata tertib. Tata tertib adalah sesuatu yang harus ditaati dan dilaksanakan. Aturan bisa berupa aturan tertulis dan aturan tidak tertulis.

Biasanya, aturan di rumah merupakan jenis aturan tidak tertulis. Namun, tidak mengapa jika ingin membuat aturan tertulis supaya memudahkan anggota keluarga dalam mengingatnya.

Contoh Aturan di Rumah untuk Anak SD

Contoh aturan di rumah, sumber: Pexels

Aturan berisi sesuatu yang boleh dilakukan serta tidak boleh dilakukan. Menurut buku Kreatif Tematik Tema 1 Diriku Kelas I untuk SD/MI, aturan di rumah berguna untuk menjaga ketertiban rumah.

Berikut ini adalah contoh aturan di rumah untuk anak SD:

  1. Tidak tidur terlalu larut malam

  2. Bangun tidur jam 5 pagi

  3. Merapikan tempat tidur sendiri

  4. Meletakkan baju kotor di tempatnya

  5. Mematikan lampu dan kran air setelah selesai menggunakan kamar mandi

  6. Mengambil pakaian dari lemari dengan rapi

  7. Meletakkan piring kotor dan gelas yang telah dipakai ke bak cuci piring

  8. Merapikan buku pelajaran setelah selesai belajar dan menyiapkan keperluan sekolah keesokan harinya

  9. Meletakkan sepatu di rak sepatu

Tips Membuat Aturan di Rumah

Contoh aturan di rumah, sumber: Pexels

Meidya Derni, melalui bukunya yang berjudul Happy Parenting: Catatan Cinta Ibu, membagikan beberapa tips membuat aturan di rumah. Tips tersebut antara lain:

  1. Libatkan anak dalam merumuskan aturan tersebut. Buat aturan sesederhana mungkin sehingga anak dapat dengan mudah mengingatnya.

  2. Batasi jumlah aturan sehingga daftarnya tidak menjadi terlalu panjang.

  3. Tinjau ulang aturan tersebut secara berkala.

Setiap rumah memiliki aturannya sendiri-sendiri. Seringnya, aturan di rumah dibuat oleh orang tua, tetapi dengan kesepakatan bersama. Jika ada anggota keluarga yang melanggar aturan di rumah, akibatnya bisa timbul pertengkaran.

Baca Juga: Mengenal 8 Fungsi dari Keluarga

Demikian contoh aturan di rumah untuk anak SD. Aturan di atas pun masih bisa dikembangkan lagi dan disesuaikan dengan usia anak. Selamat mencoba! (ARN)