Konten dari Pengguna

9 Contoh Gurindam yang Ada Sebab Akibat dalam Bahasa Indonesia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh gurindam yang ada sebab akibat. Sumber: pexels.com/Polina Zimmerman
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh gurindam yang ada sebab akibat. Sumber: pexels.com/Polina Zimmerman

Gurindam adalah salah satu jenis karya sastra yang terdiri dari dua bait dan tiap bait terdiri dari dua baris kalimat. Contoh gurindam yang ada sebab akibat dalam Bahasa Indonesia memiliki rima yang sama sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh.

Karya sastra ini awalnya dibawakan oleh masyarakat Hindu karena terpengaruh sastra Hindu. Baris pertama gurindam berisi berbagai macam persoalan, masalah, dan perjanjian serta baris kedua berisi jawaban dari permasalahan tersebut.

Pengertian Gurindam

Ilustrasi Contoh gurindam yang ada sebab akibat. Sumber: pexels.com/Red Nguyen

Mengutip dari buku Konsep Dasar Kesusastraan: Paling Mutakhir, Rian Damariswara, M.Pd, (2018:16), pengertian gurindam adalah jenis puisi lama yang terdiri dari atas dua baris yang saling berhubungan karena ada sebab akibat.

Hubungan sebab akibat adalah nasihat dari penulis ke pendengarnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, gurindam adalah sajak dua belas yang memiliki nasihat atau petuah. Salah satu contoh gurindam yang terkenal adalah karya Raja Ali Haji.

Gurindam berasal dari Bahasa Tamil atau India, yaitu kirindam yang berarti mula-mula amsal atau perumpamaan. Sebenarnya, gurindam adalah kalimat majemuk yang saling berhubungan satu sama lain dan memiliki hubungan sebab akibat.

Contoh Gurindam yang Ada Sebab Akibat yang Sering Diucapkan Sehari-hari

Ilustrasi Contoh gurindam yang ada sebab akibat. Sumber: pexels.com/Cgoulao

Di bawah ini ada beberapa contoh gurindam yang ada sebab akibat dalam Bahasa Indonesia sebagai referensi.

  1. Jika bekerja tidak berhati lurus, maka pikiran akan mudah tergerus. Pikiran menjadi tidak karuan dan tubuh menjadi kurus.

  2. Jika bertindak harus berpikir dulu agar sesal tidak membelenggu. Jikalau tidak dipikir dulu, kesusahan kan menghampirimu.

  3. Barang siapa tidak takut Tuhan, hidupnya tidak akan bertahan.

  4. Jika tidak mendirikan salat maka Allah akan melaknat.

  5. Ibadah dilakukan jangan lupa kalau ingin masuk surga.

  6. Barang siapa meninggalkan yang lima pasti hidup tidak sempurna.

  7. Apabila perut terlalu penuh, keluarlah fill yang tidak senonoh.

  8. Kalau bicara semaumu tentulah banyak orang yang membencimu.

  9. Mengumpat dan memuji hendaklah berpikir di situlah banyak orang tergelincir.

Semua contoh gurindam yang ada sebab akibat di atas adalah contoh peristiwa yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Siswa yang ingin membuat gurindam bisa simak beberapa contoh di atas. (GTA)

Baca Juga: 4 Pantun Berakhiran Kata As untuk Referensi