Konten dari Pengguna

9 Fungsi Pipa Kapiler beserta Penjelasannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Fungsi Pipa Kapiler. Sumber foto: Unsplash/CDC
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Fungsi Pipa Kapiler. Sumber foto: Unsplash/CDC

Dalam pengumpulan sampel laboratorium, pemahaman tentang fungsi pipa kapiler sangat dibutuhkan. Adapun pipa kapiler merupakan alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur cairan, transfer, pengumpulan sampel, dan pengujian.

Umumnya, pipa kapiler berbentuk seperti pipa dan terbuat dari material kaca transparan dan memiliki diamater yang sangat kecil. Pada pipa kapiler juga terdapat lubang presisi yang digunakan sebagai pintu masuknya sampel.

Fungsi Pipa Kapiler

Ilustrasi Fungsi Pipa Kapiler. Sumber foto: Unsplash/Julia

Biasanya, pipa kapiler terdapat di beberapa laboratorium kimia yang digunakan pada praktikum KLT (Kromatografi Lapis Tinggi). Kromatografi lapis tinggi sering dilakukan secara luas di industri farmas.

Pipa kapiler memiliki ukuran yang seragam dengan panjang yang berbeda beda tergantung pada volume cairan yang akan digunakan. Berikut beberapa fungsi pipa kapiler lengkap dengan penjelasannya yang perlu diketahui.

1. Pengukuran Volume

Pipa kapiler sering digunakan sebagai alat pengukur volume dalam laboratorium. Dikutip dari buku Viskositas Gas Hidrogen, Elin Yusibani (2022: 17), ketika ujung pipa kapiler dimasukkan ke dalam cairan, maka cairan akan naik ke dalam pipa kapiler.

Hal tersebut sesuai dengan prinsip kapilaritas. Serta tinggi cairan dalam pipa kapiler dapat digunakan untuk mengukur volume cairan tersebut.

2. Pemisahan Cairan

Pipa kapiler digunakan untuk memindahkan atau mengalirkan cairan dalam skala kecil. Hal ini dapat membantu dalam pengambilan sampel kecil atau distribusi presisi cairan dalam eksperimen kimia atau biologi.

3. Penentuan Titik Leleh

Dalam analisis titrasi atau eksperimen yang melibatkan penentuan titik leleh, pipa kapiler sering digunakan untuk mengamati perubahan fase atau menentukan titik leleh suatu zat.

4. Kromatografi Kertas

Dalam teknik kromatografi kertas, pipa kapiler dapat digunakan untuk mengaplikasikan sampel cairan atau menarik larutan yang telah melewati media kromatografi kertas.

5. Kapiler pada Alat Ukur Laboratorium

Beberapa alat laboratorium, seperti mikropipet, memiliki bagian pipa kapiler untuk mengukur dan mengalirkan volume yang sangat kecil secara akurat.

6. Pengendalian Aliran Cairan

Pipa kapiler dapat digunakan untuk mengatur aliran cairan dalam sistem mikrofluidika di laboratorium, yang penting dalam eksperimen dengan skala kecil.

7. Penentuan Sifat Kapiler Zat

Studi tentang sifat kapiler zat tertentu, seperti sudut kontak dan daya kapilar, dapat dilakukan dengan menggunakan pipa kapiler.

8. Kapiler pada Termometer Laboratorium

Beberapa termometer laboratorium menggunakan pipa kapiler untuk mengukur suhu berdasarkan perubahan volume cairan dalam pipa kapiler.

9. Pengendalian Kelembaban

Pipa kapiler dapat digunakan sebagai bagian dari sistem untuk mengendalikan kelembaban dalam eksperimen atau penyimpanan bahan kimia tertentu.

Baca juga: Fungsi Penjepit Tabung Reaksi dan Cara Pakainya di Laboratorium

Fungsi pipa kapiler sangat penting dalam eksperimen laboratorium karena kemampuannya untuk menangani volume cairan kecil dengan presisi tinggi. (Msr)