Acara Ngunduh Mantu dalam Prosesi Pernikahan Adat Jawa

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Acara ngunduh mantu adalah bagian dari prosesi pernikahan adat Jawa. Ngunduh mantu makin jarang terlihat dengan berbagai alasan.
Makin hari prosesi pernikahan makin singkat dan praktis karena disesuaikan dengan kondisi ekonomi, waktu dan sumber daya yang dimiliki. Ngunduh mantu merupakan acara yang sering dilewatkan untuk mempersingkat prosesi pernikahan tersebut.
Acara Ngunduh Mantu adalah Resepsi di Keluarga Pengantin Pria
Dalam prosesi pernikahan adat Jawa, acara adat dan resepsi pernikahan utama diselenggarakan oleh keluarga pengantin wanita. Sedangkan acara ngunduh mantu adalah prosesi yang diselenggarakan oleh keluarga pengantin pria.
Dikutip dari Tata Rias Pengantin dan Adat Pernikahan Gaya Yogyakarta Klasik: Corak Puteri, R. Sri Supadmi Murtiadji dan R. Suwardanidjaja (2012:45), biasanya ngunduh mantu dilaksanakan seminggu atau sepasaran setelah acara pernikahan di tempat pengantin wanita selesai.
Karena tidak wajib, banyak yang melewatkan acara ini untuk menyingkat prosesi. Biasanya yang tetap mengadakan ngunduh mantu adalah keluarga yang secara ekonomi mampu atau pengantin pria merupakan satu-satunya anak laki-laki di keluarganya.
Ngunduh mantu atau mengundung menantu berarti menyambut kehadiran menantu wanita ke dalam keluarga pengantin pria. Sedangkan prosesi ngunduh mantu-nya adalah sebagai berikut.
1. Penjemputan Pengantin
Dalam adat Jawa, selama prosesi keluarga pengantin wanita tidak bisa datang begitu saja ke keluarga pengantin pria sehingga keluarga pengantin pria mengirim utusan untuk menjemputnya.
2. Kedatangan Pengantin
Keluarga pengantin wanita ditemani pengombyong (pengiring) yang merupakan keluarga besar. Pengantin pria dan wanita datang bersama rombongan tersebut karena statusnya sudah suami istri.
3. Penyambutan Pengantin
Dilakukan prosesi cuci kaki pengantin (wijik pupuk) untuk menghilangkan energi buruk (sawan manten) selama perjalanan.
4. Serah Terima Pengantin
Keluarga pengantin wanita menyerahkan pengantin ke keluarga pengantin pria. Orang tua pengantin pria memberikan minum air putih kepada pengantin (unjukan tirta wening).
5. Pengantin Diterima Keluarga Pria
Ibu pengantin mengalungkan kain sindur ke pengantin, lalu membimbing pengantin masuk ke ruang utama sebagai tanda pengantin wanita sudah menjadi bagian dari keluarga besar pengantin pria.
6. Sungkeman
Orang tua pengantin pria mendampingi orang tua pengantin wanita menuju ke kursi yang telah disediakan. Pengantin melakukan prosesi sungkeman kepada orang tua dari kedua belah pihak. Dengan demikian dua keluarga besar telah menyatu.
Acara ngunduh mantu adalah bagian prosesi pernikahan adat Jawa yang diadakah oleh keluarga pengantin pria. Ngunduh mantu membuat keluarga kedua belah pihak sama-sama merasakan indahnya merayakan pernikahan anak-anak mereka. (lus)
Baca juga: Kapan Pernikahan Al Ghazali? Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya
