Aksi Nyata Filsafat Pancasila dan Pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam Pendidikan

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aksi nyata filsafat Pancasila dan pemikiran Ki Hajar Dewantara sebagai landasan pendidikan nasional menjadi salah satu pertanyaan yang banyak ditanyakan pada program PPG. Pertanyaan tersebut termuat di dalam modul 3 Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai (FPPN) topik 1.
PPG atau Pendidikan Profesi Guru merupakan salah satu program yang sangat penting dan harus diikuti oleh guru maupun calon guru agar sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pada proses pelaksanaan PPG, guru akan mempelajari berbagai modul untuk bisa sesuai dengan hal-hal yang dibutuhkan.
Aksi Nyata Filsafat Pancasila dan Pemikiran Ki Hajar Dewantara sebagai Landasan Pendidikan Nasional
Dikutip dari Buku Filsafat Pancasila, Sutoyo, Linda Oktaviani, Yudhistiro Pandu Widhoyoko, (2025:94), filsafat Pancasila merupakan suatu pendekatan yang bertujuan untuk memahami Pancasila secara mendalam, tidak sekadar sebagai ideologi negara atau norma dasar konstitusional melainkan sebagai suatu sistem pemikiran yang menyangkut hakikat terdalam dari nilai-nilai yang dikandungnya.
Pendidikan nasional dapat diimplementasikan melalui berbagai program yang salah satunya melalui program PPG. Program PPG menjadi program yang membuat standar guru di Indonesia sama dan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Pada proses PPG, terdapat beberapa modul yang harus dipelajari seperti modul 3 tentang filosofi pendidikan dan pendidikan nilai (FPPN) topik 1.
Pada topik ini, terdapat pertanyaan mengenai aksi nyata filsafat Pancasila dan pemikiran Ki Hajar Dewantara sebagai landasan pendidikan nasional. Aksi nyata ini akan menerapkan prinsip pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Berikut ini langkah yang bisa dilakukan dalam penerapan hal tersebut.
Memberikan ruang dan kebebasan dalam proses pembelajaran. Melalui tugas proyek berbasis minat dan bakat, maka akan menjadi salah satu ruang kebebasan bagi peserta didik untuk mengembangkan minat dan bakatnya.
Memberikan asesmen sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah dirancang sebelumnya.
Melakukan refleksi bersama peserta didik di setiap akhir pembelajaran. Hal ini dilakukan agar siswa dapat memahami kelebihan dan kekurangannya pada proses pembelajaran. Selain itu, peserta didik diharapkan dapat tumbuh kesadaran diri untuk bisa belajar secara terus menerus.
Demikian penjelasan mengenai pertanyaan aksi nyata filsafat Pancasila dan pemikiran Ki Hajar Dewantara sebagai landasan pendidikan nasional. Dengan adanya pemikiran filsafat Pancasila dan pemikiran Ki Hajar Dewantara, maka dapat menjadi landasan yang kuat dalam menciptakan pendidikan nasional. (RFL)
Baca juga: Contoh Aksi Nyata Pembelajaran Sosial Emosional untuk Tugas PPG
