Konten dari Pengguna

Alasan Mengapa Bernapas dapat Menghasilkan Energi

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengapa bernapas dapat menghasilkan energi. Sumber: www.pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengapa bernapas dapat menghasilkan energi. Sumber: www.pexels.com

Bernapas merupakan aktivitas vital bagi makhluk hidup, terutama manusia. Namun, tahukah bahwa proses bernapas tidak hanya sekadar memasukkan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida? Lebih dari itu, bernapas berperan penting dalam menghasilkan energi yang diperlukan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi vital. Sesungguhnya, mengapa bernapas dapat menghasilkan energi?

Menurut buku Breath: Cara Bernapas dengan Benar, James Nestor (2021:242), bernapas adalah salah satu asupan yang penting dan menjadi sebuah pilar yang hilang dari kesehatan. Bernapas sama pentingnya dengan asupan nutrisi yang diperoleh dari makanan dan seberapa banyak seseorang melakukan olah raga.

Mengapa Bernapas dapat Menghasilkan Energi? Ini Penjelasannya

Ilustrasi mengapa bernapas dapat menghasilkan energi. Sumber: www.pexels.com

Sering kali seseorang tidak menyadari bahwa kualitas pernapasan juga berpengaruh besar terhadap keseimbangan tubuh dan pikiran. Cara bernapas dapat memengaruhi kadar oksigen dalam darah, metabolisme sel, serta respons tubuh terhadap stres.

Pernapasan yang baik dan terkontrol membantu meningkatkan fokus, menyeimbangkan sistem saraf, serta mendukung proses detoksifikasi alami tubuh. Oleh karena itu, selain menjaga pola makan dan rutin berolahraga, penting juga untuk melatih teknik pernapasan yang benar agar tubuh mendapatkan manfaat optimal dari oksigen yang dihirup setiap hari.

Mengapa bernapas dapat menghasilkan energi? Karena adanya proses respirasi sel mengubah glukosa menjadi energi dengan bantuan oksigen yang terjadi di dalam sitoplasma sel.

Respirasi seluler adalah serangkaian reaksi biokimia yang terjadi di dalam sel untuk mengubah energi kimia dari molekul organik menjadi adenosin trifosfat (ATP), yaitu bentuk energi yang dapat digunakan oleh sel. Proses ini terdiri dari beberapa tahap utama:

1. Glikolisis

Tahap awal di mana satu molekul glukosa (gula sederhana) dipecah menjadi dua molekul piruvat. Proses ini terjadi di sitoplasma sel dan menghasilkan sejumlah kecil ATP serta NADH.

2. Siklus Krebs (Siklus Asam Sitrat)

Piruvat yang dihasilkan dari glikolisis diubah menjadi asetil-KoA sebelum memasuki siklus ini. Di dalam mitokondria, asetil-KoA mengalami serangkaian reaksi yang menghasilkan NADH, FADH₂, dan sejumlah kecil ATP, serta melepaskan karbon dioksida sebagai produk sampingan.

3. Rantai Transpor Elektron

NADH dan FADH₂ yang dihasilkan dari tahap sebelumnya melepaskan elektron ke rantai transpor elektron di membran dalam mitokondria.

Energi dari transfer elektron ini digunakan untuk memompa proton melintasi membran, menciptakan gradien proton yang kemudian digunakan oleh enzim ATP sintase untuk menghasilkan ATP dalam jumlah besar. Oksigen berperan sebagai akseptor elektron terakhir, membentuk air sebagai produk akhir.

Secara keseluruhan, respirasi seluler aerobik (yang menggunakan oksigen) dapat menghasilkan hingga 36-38 molekul ATP dari satu molekul glukosa. Energi inilah yang digunakan oleh sel-sel tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi vital, seperti kontraksi otot, transmisi impuls saraf, dan sintesis molekul penting.

Jadi, setelah memahami mengapa bernapas dapat menghasilkan energi, menunjukkan betapa pentingnya pernapasan yang efisien dan suplai oksigen yang memadai bagi kesehatan dan fungsi optimal tubuh manusia. (VAN)

Baca juga: Bagaimana Organ Pernapasan Membantu Kita Bernapas? Inilah Penjelasannya