Ali bin Abi Thalib, Menantu Rasulullah yang Berani dan Keteladanannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ali bin Abi Thalib dikenal sebagai menantu Rasulullah yang berani. Sosoknya termasuk golongan Khulafaur Rasyidin keempat karena pernah menggantikan tugas Nabi Muhammad saw dalam memimpin umat Islam.
Hubungan antara Ali bin Abi Thalib dan Nabi Muhammad saw sangatlah erat. Bahkan saat masih kecil Ali diasuh oleh Rasulullah karena keadaan ekonomi keluarganya pas-pasan.
Ali bin Abi Thalib, Menantu Rasulullah yang Berani beserta Keteladanannya
Mengutip buku Ali bin Abi Thalib Ra, Abdul Syukur Al-Azizi, (2021: 13), Ali bin Abi Thalib adalah salah satu sahabat yang dekat dengan Nabi Muhammad. Dalam kisahnya, Ali memiliki perasaan kepada putri Rasulullah, yaitu Fatimah Az Zahra.
Ali bin Abi Thalib mengagumi Fatimah karena kesalehannya. Oleh sebab itulah, Ali memberanikan diri untuk melamar Fatimah. Hingga akhirnya, pernikahan Ali bin Abi Thalib dengan Fatimah resmi dilangsungkan pada tahun kedua Hijriyah bulan Zulhijah.
Kemudian Ali bin Abi Thalib turut disebut sebagai menantu Rasulullah yang berani. Berkat keberanian yang dimilikinya, Ali mendapatkan julukan Asadullah (singa Allah). Sayidina Ali tidak pernah takut untuk menegakkan kebenaran ajaran Islam.
Ali merupakan heroik yang berjuang di jalan Allah Swt. Untuk mengenali keteladanannya, berikut beberapa wujud sikap keberanian Ali bin Abi Thalib adalah sebagai berikut dikutip dari buku Biografi Ali bin Abi Thalib, Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi, (2008: 76-78).
1. Perang Uhud
Dalam peristiwa perang Uhud yang terjadi pada 625 M. Ali bin Abi Thalib berani menerobos masuk ke tengah-tengah pasukan kaum musyrikin. Dengan berusaha keras, Ali berhasil menemukan Rasulullah dalam kepungan tersebut.
Sikap yang ditunjukkan Ali bin Abi Thalib sangat luar biasa. Dirinya berani bertindak dan tidak mempertimbangkan bahaya yang akan dihadapi. Dirinya rela berkorban untuk membela kaum muslim.
2. Pertempuran Bani Quraidhah
Pada perang Bani Quraidhah, Ali bin Abi Thalib dipercaya untuk membawa bendera di barisan paling depan. Berbekal keberanian dan keimanan kepada Allah, Ali siap menjalankan apapun perintah rasul.
Pertempuran besar-besaran tersebut berlangsung pada 627 M. Lamanya peperangan adalah ± 25 hari. Pasukan muslim berusaha untuk menyerang benteng bani Quraizhah. Puncaknya, Bani Quraizhah menyerah dengan mengajukan syarat.
Ali bin Abi Thalib menjadi sosok menantu Rasulullah yang berani. Keteladanannya memuat inspirasi bahwa keberanian menegakkan kebenaran merupakan hal yang patut diperjuangkan. (Riyana)
Baca Juga: 3 Peristiwa Penting di Bulan Muharram yang Wajib Diketahui Umat Muslim
