Amanat Cerpen Tukang Cukur Karya Budi Darma dan Unsur Intrinsik Lainnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Amanat cerpen Tukang Cukur merupakan salah satu unsur intrinsik yang penting untuk diketahui pembacanya. Pasalnya, amanat yang terkandung dalam cerpen ini dapat menjadi bahan refleksi untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Tukang Cukur merupakan cerpen yang diciptakan oleh Budi Darma. Cerpen ini berlatakarkan pemberontakan PKI tahun 1948 yang terjadi di Madiun, Jawa Timur.
Amanat Cerpen Tukang Cukur
Pada dasarnya, cerpen Tukang Cukur menceritakan tentang manusia yang oportunis. Pasalnya dalam cerita tersebut, tokoh Tukang Cukur selalu mengikuti kelompok yang sedang menang.
Pertama, ia bergabung dengan PKI, kemudian mengkhianatinya karena PKI kalah melawan TNI pasukan Siliwangi. Kedua, sang Tukang Cukur bergabung dengan TNI walaupun pada akhirnya TNI mengetahui keculasannya.
Ketiga, ia bergabung dengan Belanda untuk menjadi pasukan KNIL saat Belanda berhasil menguasai Yogyakarta. Terakhir, ia menjadi pasukan NII dan mati terbunuh di bekas pabrik rokok.
Dari ringkasan cerita ini, terlihat bahwa Tukang Cukur selalu memanfaatkan kesempatan untuk mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri tanpa mempertimbangkan orang lain ataupun memegang prinsip.
Karena itu, dikutip dari buku Panduan Guru Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas XI, Heny Marwati dan K. Waskitaningtyas (2021:124), amanat cerpen Tukang Cukur adalah jangan mempunyai sifat oportunis seperti Tukang Cukur.
Sifat oportunis cenderung egois, tidak memiliki empati, tidak bijak, tidak etis, serta merugikan diri sendiri maupun orang lain. Oleh sebab itu, jadilah seseorang yang selalu memegang prinsip dan berkomitmen terhadap segala sesuatu.
Unsur Intrinsik Cerpen Tukang Cukur Lainnya
Sama seperti cerpen-cerpen lainnya, terdapat sejumlah unsur intrinsik lain dari cerpen Tukang Cukur selain amanat. Heny Marwati dan K. Waskitaningtyas (2021:123-124) dalam bukunya menjabarkan unsur intrinsik cerpen Tukang Cukur sebagai berikut.
1. Tema
Tema utama dari cerpen Tukang Cukur adalah tentang manusia yang oportunis atau selalu mengikuti kelompok yang sedang menang.
2. Penokohan
Penokohan cerpen ini dibagi menjadi tiga, yaitu:
Tokoh protagonis, yaitu Gito, Ayah, dan Ibu yang mewakili kebaikan karena tidak pernah berbuah jahat.
Tokoh antagonis, yaitu Tukang Cukur karena selalu berpindah-pindah keberpihakan.
Tokoh campuran, yaitu Gito, Ayah, Ibu, Dasuki, Kakek Leman, dan Ruslan yang memiliki sisi baik dan buruk.
3. Sudut Pandang
Sudut pandang pencerita yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga, yaitu sudut pandang dari tokoh Gito.
4. Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang digunakan dalam cerpen Tukang Cukur sangat mewakili suasana dalam cerpen yang penuh ketegangan, seperti saat penggambaran perang yang memaksa Gito dan ayah ibunya untuk mengungsi.
Demikian ulasan mengenai amanat cerpen Tukang Cukur beserta unsur intrinsik lainnya. Semoga artikel ini dapat menambah pemahaman seputar berbagai unsur yang terkandung dalam cerpen Tukang Cukur. (YAS)
Baca juga: Pengertian Unsur Intrinsik Cerpen beserta Komponennya
