Apa Itu Jiwa Nasionalisme? Inilah Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu jiwa nasionalisme? Istilah nasionalisme merujuk pada sikap mental dan perilaku seseorang atau suatu masyarakat yang menunjukkan tingkat kesetiaan atau pengajian yang tinggi terhadap suatu bangsa atau negara.
Perasaan ini erat kaitanya dengan rasa cinta tanah air atau lebih dikenal dengan istilah rela berkorban. Jiwa nasionalisme yang tidak diimbangi dengan rasa patriotisme berarti tidak memiliki jiwa nasionalisme yang utuh.
Apa Itu Jiwa Nasionalisme?
Pada dasarnya jiwa nasionalisme berhubungan erat dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Lantas, apa itu jiwa nasionalisme?
Mengutip dari buku Merayakan Kemerdekaan (Refleksi Dosen dalam Membangun Generasi Penerus Bangsa) oleh Sri Gusty, dkk. (2023:35), istilah nasionalisme menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berasal dari kata “Nasional” dan “Isme”, yaitu mengandung makna kesadaran dan merupakan paham kebangsaan serta semangat cinta tanah air memelihara kehormatan bangsa serta memiliki rasa kebanggaan terhadap bangsa.
Jadi, jiwa nasionalisme adalah paham kebangsaan yang mengandung makn sebagai perasaan cinta kepada bangsa dan tanah airnya. Seseorang yang memiliki rasa persatuan dan kesatuan berarti memiliki jiwa nasionalisme.
Umumnya, jiwa nasionalisme identik dengan rasa solidaritas yang tinggi terhadap musibah, kekurangan beruntungan saudara sebangsa dan setanah air.
Paham tersebut tentunya dipengaruhi oleh pemerintahan, kesamaan sejarah, dan tempat tinggal. Hal ini mampu membuat sekelompok orang berkeinginan untuk mempertahankan dan mengembangkan negara sebagai milik bersama.
Prinsip-prinsip Jiwa Nasionalisme
Untuk memperkuat jiwa nasionalisme terdapat prinsip-prinsip yang menjadi pondasinya. Adapun beberapa prinsip nasionalisme bisa dipahami sebagai berikut ini.
Kesamaan: Setiap warga negara mempunyai kesamaan dalam kedudukan hukum, hak, dan kewajiban. Hal Hal ini tentu saja tidak dapat dibedakan berdasarkan suatu kepentingan tertentu.
Demokrasi: Prinsip ini menandakan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan, kewajiban, dan hak yang sama untuk berpendapat dan memberikan pilihannya.
Kebebasan: Prinsip ini memberikan kebebasan kepada setiap warga negara dalam beragama, berpendapat dan berkelompok serta berorganisasi.
Kesatuan: Prinsip ini meliputi kesatuan wilayah bangsa, teritorial, ideologi, bahasa, aturan kebudayaan, sistem politik, dan lain sebagainya.
Kepribadian: Prinsip ini menekan pada identitas bangsa, seperti rasa sayang, rasa bangga, hingga harga diri.
Baca juga: Bentuk-bentuk Nasionalisme dan Contoh Sikapnya
Demikianlah penjelasan mengenai pertanyaan apa itu jiwa nasionalisme? Dengan memahami rasa bangga dan cinta tanah air tersebut dapat membantu untuk menciptakan persatuan dan kesatuan dalam suatu negara. (NTA)
