Apa Itu Kuliah Subuh di Bulan Ramadan? Ini Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada bulan Ramadan istilah kuliah subuh sudah tidak asing lagi ditemukan. Banyak stasiun televisi ataupun masjid yang melaksanakan kuliah subuh pada bulan Ramadan. Namun apa itu kuliah subuh di bulan Ramadan?
Kuliah Subuh ini sering kali dilakukan di masjid-masjid, surau-surau, atau pusat kegiatan keagamaan lainnya. Selain itu, kuliah Subuh di bulan Ramadan juga dapat menjadi ajang untuk memotivasi umat Islam agar lebih tekun dalam ibadah, meningkatkan amal kebaikan, dan memperbaiki akhlak
Apa Itu Kuliah Subuh di Bulan Ramadan?
Kuliah subuh di bulan Ramadan adalah sebuah tradisi atau kegiatan yang umum dilakukan oleh umat Islam selama bulan Ramadan. Biasanya kuliah ini diisi oleh ustaz atau penceramah yang memberikan kajian berbagai tema. Lalu, apa itu kuliah subuh di bulan Ramadan?
Pada dasarnya, kuliah subuh biasa disebut juga sebagai kultum. Mengutip buku 52 Kultum favorit untuk Muslimah karya Zakiah Nur Jannah, dkk (2023:2) buku kultum atau kuliah tujuh menit adalah sebuah variasi dalam menyampaikan dakwah.
Berbeda dengan kuliah pada umumnya, kuliah subuh ini adalah kuliah agama yang biasanya dilakukan setelah shalat subuh. Kuliah ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman umat Islam tentang ajaran agama, Al-Quran, dan Hadis.
Contoh Kuliah Subuh
Setelah memahami apa itu kuliah subuh di bulan Ramadan, berikut adalah contoh materi kuliah subuh yang biasa disampaikan pada bulan Ramadan. Materi ini memiliki tema terkait perintah salat yang dapat diperhatikan.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya sehingga kita semua selalu sehat dan dalam perlindungan-Nya. Tidak lupa selawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw.
Pada pagi yang cerah ini, izinkan saya menyampaikan materi yang berkaitan dengan salat. Salat merupakan kewajiban bagi pemeluk agama Islam. Rasulullah saw., bersabda "Salat itu seperti sebuah tiang di dalam agama".
Hal ini dapat diibaratkan seperti sebuah rumah, jika tidak mempunyai tiang maupun tembok sebagai penyangga pasti roboh dan tidak dapat berdiri.
Mengingat betapa pentingnya salat maka orang yang sedang sakit pun tetap diwajibkan salat. Apabila tidak mampu berdiri bisa sembari duduk atau tiduran sesuai dengan ketentuan yang telah diatur.
Rasulullah saw. pernah berkata kalau manusia mengetahui bahwa pahala salat Subuh dan Asar maka setiap orang akan mendatanginya, walaupun harus merangkak. Hal ini menjadi bukti begitu besarnya pahala dari mengerjakan salat.
Salat tidak hanya menjadi suatu kewajiban saja melainkan juga sebagai bukti keimanan seseorang kepada Allah Swt. Di dalam QS. Al Ma’uun: 4-5 Allah Swt. berfirman yang artinya:
"Celakalah mereka yang salat, yaitu orang-orang yang telah lalai dengan salatnya."
Orang-orang yang tidak mengerjakan salat maka akan celaka dan rugi. Jika salat seseorang baik maka amalan yang lain ikut baik. Namun, apabila salatnya buruk maka amalan lainnya juga buruk. Salat sebaiknya dilaksanakan tepat waktu secara khusyuk. Saat kumandang azan terdengar, segeralah datang ke masjid.
Salat juga berfungsi mencegah perbuatan keji dan mungkar. Hal ini seperti firman Allah Swt. di QS. Al Ankabut. Dengan demikian, seseorang tidak akan melakukan perbuatan dosa seperti mencuri, berzina, melakukan tindak kekerasan, dan lain-lain.
Demikian, materi singkat yang dapat saya sampaikan, semoga Allah Swt. memberi kemudahan kepada kita untuk selalu menjalankan salat dengan baik sesuai tuntunan agama. Aamiin.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Baca juga: Materi Kuliah Subuh tentang Puasa Singkat dan Menarik
Demikianlah penjelasan mengenai apa itu kuliah subuh di bulan Ramadan beserta dengan contohnya. Kuliah subuh di bulan Ramadan memiliki nilai penting dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam serta memperkuat ikatan sosial. (BAI)
