Apa Itu Pakaian Wastra Nusantara? Ini Pengertian dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pakaian Wastra Nusantara semakin populer ketika pakaian ini resmi dijadikan sebagai dress code upacara HUT ke-80 Republik Indonesia yang digelar pada 17 Agustus 2025 mendatang. Lantas, apa itu pakaian Wastra Nusantara?
Upacara peringatan HUT ke-80 RI akan dilakukan dua kali yaitu upacara pengibaran bendera yang dilaksanakan di pagi hari dan upacara penurunan bendera pada sore hari. Upacara tersebut akan digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta.
Apa Itu Pakaian Wastra Nusantara yang Menarik
Sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) terbaru Nomor B-25/M/S/TU.00.03/08/2025 termuat hal yang berkaitan dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Satu di antaranya tentang pakaian yang harus dikenakan saat upacara.
Untuk upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan upacara penurunan Bendera Sang Merah Putih di tingkat nasional, tamu undangan diharapkan menggunakan pakaian Wastra Nusantara. Apa itu pakaian Wastra Nusantara?
Dikutip dalam buku Larik Lurik Menuju Wastra Setara oleh Phillip Iswardono (2023:9) wastra merupakan bahasa Sansekerta yang berarti kain. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wastra adalah kain tradisional yang memiliki makna dan simbol tersendiri yang mengacu pada dimensi warna, ukuran, dan bahan, contohnya batik, tenun, songket dan sebagainya.
Sedangkan nusantara artinya sebutan (nama) bagi seluruh wilayah Kepulauan Indonesia. Dengan demikian, pakaian Wastra Nusantara bisa diartikan sebagai pakaian yang menggunakan kain tradisional khas dari berbagai daerah di Indonesia.
Dengan begitu, pakaian Wastra Nusantara menjadi pakaian yang sarat akan makna budaya, sejarah, dan filosofi. Ini karena, setiap kain Wastra Nusantara memiliki cerita tersendiri yang terkait dengan tradisi, kepercayaan, dan kehidupan masyarakat Indonesia.
Pakaian Wastra Nusantara bukan sekadar pakaian biasa, melainkan warisan budaya yang kaya akan sarat makna mendalam yang mencerminkan identitas daerah di Indonesia. Pakaian ini tak ternilai harganya sehingga wajib dilestarikan.
Contoh Pakaian Wastra Nusantara
Setiap Wastra Nusantara memiliki teknik pembuatan, motif, dan filosofi berbeda, mencerminkan kekayaan budaya Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Contoh kain ini yaitu batik, tenun, ulos, sasirangan, sarung bugis, tapis, gringsing, jumputan, poleng, besurek.
Kain tersebut bisa dijadikan sebagai pakaian Wastra Nusantara yang bisa digunakan untuk menghadiri upacara bendera pada HUT ke-80 RI di Istana. Contoh pakaian Wastra Nusantara di antaranya:
Kebaya batik tulis Yogyakarta
Kebaya batik kawung Yogyakarta
Kebaya batik parang Solo
Kebaya batik keris Solo
Kebaya batik sogan Solo
Beskap batik Solo
Kebaya batik buketan Pekalongan
Kebaya encim batik pesisir Pekalongan
Baju kurung songket Palembang
Kemeja batik tulis Cirebon
Setelan batik jumputan Palembang
Setelan tapis Lampung
Jas besurek Bengkulu
Baju adat Aceh dengan songket
Baju bodo sarung Bugis
Kebaya sutra Bugis
Kemeja tenun ikat Nusa Tenggara Timur
Kebaya kutu baru batik Lasem
Ulos sebagai selendang dengan setelan jas
Kebaya kutu baru songket Minang
Kemeja tenun gringsing Bali
Kemeja batik sasirangan Banjar
Jas batik modern motif flora Papua
Kebaya tenun troso Jepara
Kemeja batik motif sekar jagad
Kemeja batik motif kawung
Kemeja batik motif liris
Dari ulasan di atas dapat diketahui bahwa apa itu pakaian Wastra Nusantara yaitu sebutan untuk semua jenis kain tradisional asli Indonesia. Kain ini tidak hanya memiliki motif yang indah, tapi juga sarat makna budaya yang wajib dilestarikan. (MRZ)
Baca juga: Kebaya Cream Cocok dengan Jilbab Warna Apa? Berikut Jawabannya
