Apa Itu Woke? Ini Pengertian dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pesatnya perkembangan teknologi dan pengaruh media sosial membuat publik mengonsumsi banyak istilah, yang salah satu contohnya adalah woke. Namun tidak semua orang benar-benar memahami apa itu woke serta contohnya.
Saat ini istilah woke semakin sering muncul dalam percakapan publik, baik di media sosial maupun diskusi sosial dan politik. Istilah ini sering digunakan dalam lingkup kesadaran dan keadilan sosial, yang disayangkan dalam praktiknya sering disalahartikan.
Mengetahui Apa Itu Woke Berdasarkan Pengertiannya
Istilah woke mulai dikenal masyarakat Indonesia melalui internet dan media sosial pada akhir tahun 2010-an atau awal 2020-an. Ini bebarengan dengan meluasnya popularitas gerakan sosial progresif global seperti Black Lives Matter yang ada di Amerika Serikat.
Lantas apa itu woke? Woke merupakan istilah bahasa Inggris dari AAVE (Bahasa Inggris Vernakular Afrika-Amerika) yang berarti terbangun atau waspada. Istilah ini muncul pertama kali pada tahun 1940-an yang sering digunakan untuk frasa stay woke.
Pengertian woke lebih mengacu pada kesadaran yang dirasakan akan isu-isu yang menyangkut keadilan sosial dan keadilan rasial. Dikutip dalam buku Prinsip-Prinsip Pelayanan Yesus dalam Menghadapi Diskriminasi oleh Iman Jaya Zandroto (2022: 26) rasial berarti berdasarkan ras, warna kulit, keturunan atau asal bangsa atau kelompok suku.
Banyak orang juga menggunakan istilah woke untuk merujuk pada sikap sadar dan waspada terhadap isu-isu keadilan sosial, seperti rasisme, diskriminasi, dan ketidakadilan lainnya. Orang yang sadar secara aktif akan berupaya mengatasi isu-isu keadilan tersebut.
Contoh Woke yang Perlu Diketahui
Woke menjadi istilah yang bisa dianggap positif maupun negatif tergantung pada sudut pandang. Berikut contoh praktik yang dianggap woke dari perspektif pendukung dan pengkritik.
1. Contoh dari Perspektif Pendukung
Bagi seseorang yang "sadar" (atau menyadari) hierarki identitas sistemik dipandang sebagai sekutu yang baik bagi kaum tertindas. Adapun contoh woke yaitu:
Memperjuangkan kesetaraan rasial dan gender
Mendukung hak dan representasi LGBTQA+
Mempromosikan keragaman dan inklusi
Menentang diskriminasi dan penindasan sistemik
2. Contoh dari Perspektif Pengkritik
Dari prespektif pengkritik atau bisa disebut juga kontra woke, istilah ini bersifat merendahkan. Woke digunakan untuk mengkritik orang yang melihat ketidakadilan padahal sebenarnya tidak ada. Adapun contohnya yaitu:
Mengkritik budaya pembatalan (cancel culture).
Menolak kebijakan identitas kelompok (seperti ras, jenis kelamin) yang dianggap tidak sesuai dengan gagasan "semua orang diciptakan sama".
Menilai adanya penekanan pada kaum kulit putih.
Menganggapnya sebagai rekayasa budaya dan nilai-nilai tradisional demi tujuan politik tertentu.
Kesimpulannya apa itu woke? Woke lebih dari sekadar istilah yang sedang trending. Woke merupakan cerminan dari kepedulian terhadap isu-isu keadilan sosial. Meski maknanya bisa berbeda tergantung siapa yang menggunakannya. (MRZ)
Baca juga: Mengenal 40 Istilah Hukum dalam Bahasa Inggris
