Apa Perbedaan Sifat Fisika Etana dan Etanol? Ini Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Etana dan etanol adalah dua senyawa organik yang memiliki komposisi kimia yang berbeda, meskipun keduanya berbasis karbon. Etana adalah senyawa alkana, sedangkan etanol adalah alkohol. Meskipun strukturnya tampak mirip, keduanya memiliki perbedaan sifat fisika yang signifikan. Sebetulnya, apa perbedaan sifat fisika etana dan etanol?
Menurut buku Pengantar Kimia Dasar, Bambang Suhartawan, Hasmah Hasmah, Ifan Wiranto (2024:133), senyawa organik merupakan senyawa-senyawa yang berasal dari tumbuhan atau hewan, di mana kata organik berkaitan dengan kata organisme, yang artinya makhluk hidup.
Apa Perbedaan Sifat Fisika Etana dan Etanol yang Perlu Dipahami?
Dalam hal ini, meskipun etana maupun etanol merupakan senyawa organik, tetapi keduanya berbeda satu sama lain dalam beberapa hal. Lantas, apa perbedaan sifat fisika etana dan etanol? Berikut penjelasannya.
1. Kelarutan dalam Air
Perbedaan yang paling mencolok antara etana dan etanol adalah kelarutannya dalam air.
Etana merupakan senyawa non-polar sehingga sangat sulit larut dalam air, yang bersifat polar. Interaksi antara molekul etana dan air lemah, sehingga etana cenderung tidak bercampur dengan air.
Etanol, di sisi lain, adalah senyawa polar karena adanya gugus hidroksil (-OH). Gugus ini dapat membentuk ikatan hidrogen dengan molekul air, sehingga etanol mudah larut dalam air.
2. Titik Didih dan Titik Leleh
Sifat fisika lainnya yang berbeda adalah titik didih dan titik leleh.
Etana memiliki titik didih yang rendah, sekitar -88,6°C, dan titik leleh sekitar -182,8°C. Hal ini disebabkan karena etana hanya memiliki gaya dispersi London antar molekulnya, yang merupakan gaya antar molekul yang paling lemah.
Etanol memiliki titik didih jauh lebih tinggi, yaitu sekitar 78,37°C, karena adanya ikatan hidrogen yang kuat antara molekul-molekul etanol. Titik lelehnya juga lebih tinggi dibandingkan etana, yaitu -114,1°C.
3. Kepolaran Molekul
Etana sebagai senyawa non-polar yang berarti molekulnya tidak memiliki muatan parsial positif dan negatif yang signifikan. Kepolaran ini dipengaruhi oleh simetri molekul etana dan distribusi elektron yang merata.
Etanol, karena adanya gugus hidroksil (-OH), adalah senyawa polar. Gugus hidroksil membuat salah satu ujung molekul etanol bersifat lebih elektronegatif (kutub negatif), sementara bagian hidrokarbonnya lebih positif.
4. Densitas (Kepadatan)
Densitas juga menjadi salah satu perbedaan penting.
Etana, dalam fase gas pada suhu kamar, memiliki densitas yang sangat rendah.
Etanol, dalam fase cair, memiliki densitas yang lebih tinggi. Pada suhu kamar, densitas etanol adalah sekitar 0,789 g/cm³, sedangkan densitas etana dalam bentuk cair lebih rendah.
5. Kegunaan dan Aplikasi
Kegunaan etana dan etanol juga dipengaruhi oleh sifat fisika masing-masing.
Etana banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri petrokimia, terutama untuk memproduksi etilena melalui proses perengkahan (cracking). Karena sifatnya yang mudah terbakar, etana juga digunakan sebagai bahan bakar.
Etanol, di sisi lain digunakan dalam berbagai keperluan mulai dari pelarut dalam industri, bahan bakar bioetanol, hingga komponen dalam minuman beralkohol. Sifatnya yang larut dalam air dan mudah menguap juga membuatnya digunakan dalam produk antiseptik dan pembersih.
Jadi, apa perbedaan sifat fisika etana dan etanol? Perbedaan utama antara etana dan etanol terletak pada sifat polaritas, kelarutan dalam air, titik didih, titik leleh, dan densitasnya. Perbedaan sifat fisika ini membuat kedua senyawa tersebut digunakan dalam aplikasi yang sangat berbeda. (VAN)
Baca juga: Apa Perbedaan Antara Besaran Pokok dan Besaran Turunan? Ini Penjelasannya
