Apa Saja Peninggalan Leluhur di Indonesia? Ini Jawabannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa saja peninggalan leluhur di Indonesia? Indonesia memiliki banyak peninggalan bersejarah di berbagai daerah. Dari peninggalan leluhur, dapat diketahui bagaimana corak kehidupan masyarakat pada masa lalu.
Peninggalan leluhur di Indonesia ada berbagai macam. Peninggalan bersejarah berasal dari bermacam-macam periodisasi sejarah, seperti zaman prasejarah, zaman kerajaan Hindu-Buddha, zaman kerajaan Islam, serta zaman penjajahan.
Apa Saja Peninggalan Leluhur di Indonesia?
Sejarah suatu bangsa dapat diketahui dari berbagai macam bukti peninggalan sejarah. Peninggalan leluhur di Indonesia antara lain berbentuk tembikar, menhir, dan lain sebagainya. Mengutip buku Peninggalan Bersejarah di Indonesia, N.E. Sri Hastuti (2019: 45), berikut ini contoh peninggalan leluhur di Indonesia.
1. Prasasti
Prasasti adalah peninggalan pada masa kerajaan Hindu-Buddha. Prasasti menunjukkan bahwa pada masa tersebut, aksara sudah dikenal. Aksara yang dikenal adalah aksara Pallawa.
Dengan dikenalnya aksara Pallawa, dapat diketahui bahwa leluhur bangsa Indonesia telah mampu menuliskan pengalaman dan peristiwa yang dialami dalam suatu periode waktu.
Prasasti dari masa kerajaan Hindu-Buddha di antaranya adalah sebagai berikut.
Kerajaan Tarumanegara: Prasasti Ciaruteun, Prasasti Kebun Kopi, Prasasti Jambu, Prasasti Muara Cianten, Prasasti Tugu, Prasasti Pasir Awi.
Kerajaan Sriwijaya: Prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Talang Tuo, Prasasti Kota Kapur, Prasasti Karang Berahi, Prasasti Palas Pasemah.
Kerajaan Mataram: Prasasti Canggal, Prasasti Mantyasih.
Kerajaan Pajajaran: Prasasti Rakryan Juru Pangambat, Prasasti Citasih, Prasasti Astanagede.
2. Arca atau Patung
Pada masa kerajaan Hindu-Buddha banyak arca atau patung yang dibuat. Arca atau patung ini biasanya sebagian besar ditemukan di dalam atau di luar candi. Arca dibuat dari batu yang dipahat.
Contoh arca di antaranya adalah arca atau patung Anusapati dan arca Kertanegara dari Kerajaan Singhasari serta patung Kertarejasa dan patung Rajapatni dari Kerajaan Majapahit.
3. Candi atau Pura
Masuknya kebudayaan Hindu-Buddha memengaruhi seni bangunan di Nusantara. Dasar bangunan candi di Indonesia mirip dengan punden berundak. Candi Hindu-Buddha di Indonesia adalah hasil akulturasi atau perpaduan antara dua kebudayaan.
Beberapa contoh candi yang terkenal di antaranya adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah, Candi Prambanan di Yogyakarta, Candi Tikus di Jawa Timur, dan Candi Muara Takus di Riau.
4. Karya Sastra dan Kitab
Selain seni bangunan, kebudayaan Hindu-Buddha juga memengaruhi perkembangan sastra di Nusantara. Pada masa kerajaan Kediri, Singhasari, dan Majapahit banyak empu atau pujangga yang menghasilkan berbagai karya sastra yang bahkan masih dikenal hingga saat ini.
Contoh karya sastra dari masa kerajaan Hindu-Buddha antara lain:
Kerajaan Kediri: Kitab Bharatayudha karya Empu Sedah dan Empu Panulu, Kitab Hariwangsa karya Empu Panuluh, Smaradhana karya Empu Dharmaja, serta Wrttasancaya dan Lubdhaka karya Empu Tanakung.
Kerajaan Majapahit: Kitab Negarakertagama oleh Mpu Prapanca, Kitab Arjunawiwaha dan Kitab Sutasoma oleh Mpu Tantular.
Baca juga: 4 Manfaat Adanya Warisan Budaya di Sekitar
Demikian contoh apa saja peninggalan leluhur di Indonesia, terutama dari masa kerajaan Hindu-Buddha. Semoga contoh peninggalan bersejarah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai macam-macam peninggalan bersejarah di Indonesia. (IND)
