Apa yang Dimaksud dengan Cascading? Ini Contoh dan Metodenya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada saat mempelajari manajemen kinerja, tak jarang menemukan istilah yang terdengar asing. Salah satunya adalah cascading, istilah penting namun banyak orang yang masih belum memahaminya. Lantas, apa yang dimaksud dengan cascading?
Istilah cascading seringkali dikaitkan dengan penurunan sasaran dan indikator kinerja organisasi kepada unit-unit kerja sesuai dengan tanggung jawabnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa organisasi memiliki sasaran jelas dan terukur.
Apa yang Dimaksud dengan Cascading? Ini Penjelasannya
Mengutip dari buku Manajemen Kinerja dan Kompensasi oleh Dr. Syihabudhin, S.E., M.M., (7) cascading adalah proses penjabaran dan penyelarasan sasaran startegis, IKU, dan target IKU secara vertikal (vertical alignment) dari atas ke bawah dengan memperhatikan tugas dan tanggung jawab dari setiap jabatan.
Sementara itu, apa yang dimaksud dengan cascading kinerja? Cascading kinerja didefinisiakan sebagai praktik pengaturan dan pengukuran tujuan yang bertingkat dalam sebuah organisasi.
Dalam hal itu, tujuan secara keseluruhan dari organisasi dapat ditranslasikan menjadi tujuan departemen atau unit bisnis yang lebih kecil. Nantinya, tujuan unit bisnis tersebut akan diturunkan lagi menjadi tujuan individu.
Metode dan Contoh Cascading
Berikut adalah penjelasan dua metode cascading beserta pendekatannya.
1. Direct Cascading
Metode ini dapat terjadi ketika IKU dan target unit lebih tinggi maka menjadi tanggung jawab bersama.
Berikut ini beberapa pendekatan dari metode direct cascading.
Pendekatan aspek: Individu dalam suatu tim akan mendapatkan sasaran kinerja yang sama dari pejabat pimpinan tinggi
Pendekatan pembagian wilayah: Individu mendapatkan kinerja yang sama namun wilayah pelaksanaannya berbeda.
Pendekatan beban target kuantitatif: Tim akan mendapatkan indikator kinerja yang sama dengan target dibagi sesuai dengan jumlah timnya.
2. Metode Non-Direct Cascading
Non direct cascading terjadi apabila IKU dan target lebih tinggi dengan ruang lingkup tanggung jawab pegawai penyusun dan pencapaian target tersebut didistribusikan ke beberapa pegawai.
Adapun pendekatan dari metode non-direct cascading di antaranya.
Pendekatan layanan
Pendekatan output
Contoh cascading kinerja dapat ditemukan di dinas kesehatan pada tingkatan Kabupaten/ Kota. Misalnya:
Sasaran strategis
Menurunkan angka stunting pada balita di daerah Ponorogo
Indikator Kinerja Utama (IKU)
Penurunan prevalensi stunting dari 25% menjadi 18% di akhir tahun 2024.
Itulah jawaban dari apa yang dimaksud dengan cascading? Cascading adalah proses untuk menerjemahkan sasaran dan indikator kinerja organisasi menjadi sasaran dan indikator kinerja lebih spesifik. (NTA)
Baca juga: 5 Tahapan Penilaian Kinerja dalam Perusahaan
