Apakah Boleh Puasa Syawal Digabung dengan Puasa Bayar Hutang?

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seusai Ramadan, bagi perempuan yang memiliki utang puasa biasanya dihadapkan pada dilema mana yang harus didahulukan antara puasa qadha atau puasa Syawal. Apakah boleh puasa Syawal digabung dengan puasa bayar hutang?
Dikutip dari buku Panduan Ibadah Puasa Wajib dan Sunah, Ahmad Sarwat (2019:45) hal-hal yang membatalkan puasa terbagi menjadi dua. Pertama yang mewajibkan qadha (kewajiban mengerjakan suatu perintah agama). Kedua yang mengharuskan adanya qada dan karafah (denda bagi yang melanggar).
Apakah Boleh Puasa Syawal Digabung dengan Puasa Bayar Hutang? Ini Pendapat Ulama
Puasa Ramadan adalah ibadah wajib bagi umat Islam. Jika tidak dikerjakan, maka wajib diganti dengan puasa qadha atau membayar fidyah. Sedangkan puasa Syawal hukumnya sunah, dengan pahala yang besar bagi yang melaksanakannya.
Apakah boleh puasa puasa Syawal digabung dengan puasa bayar hutang? Menggabungkan puasa Syawal dan qadha diperbolehkan, namun ada perbedaan pendapat dari para ulama mengenai sah atau tidaknya karena memiliki niat puasa yang berbeda.
Puasa Syawal adalah amalan sunah yang dianjurkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan. Dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal, puasa ini menyimpan banyak keutamaan bagi umat Islam yang menjalankannya.
Salah satu keutamaan utama puasa Syawal adalah pahalanya yang disetarakan dengan berpuasa selama satu tahun penuh. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
“Dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian menyempurnakannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun.”
Sedangkan qadha puasa Ramadan adalah puasa yang dilakukan untuk mengganti utang puasa yang pernah ditinggalkan selama bulan Ramadhan. Puasa ini hukumnya wajib untuk ditunaikan. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 184;
"(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
Berdasarkan informasi dari MUI, dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa boleh-boleh saja menggabungkan niat qadha puasa dan sunah Syawal berbarengan.
Akan tetapi, jika ingin pahala melaksanakan sunah Syawal dengan sempurna, harus mendahulukan qadha terlebih dahulu lalu dilanjutkan puasa sunah enam hari di bulan Syawal.
Semoga informasi di atas dapat menjelaskan apakah boleh puasa Syawal digabung dengan puasa bayar hutang, sehingga umat muslim dapat memahami materi tersebut. (EA)
Baca juga : Kapan Lebaran Ketupat 2025? Ini Penjelasannya
