Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Apakah Boleh Puasa Syawal Digabung dengan Puasa Bayar Hutang?
2 April 2025 10:40 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Seusai Ramadan, bagi perempuan yang memiliki utang puasa biasanya dihadapkan pada dilema mana yang harus didahulukan antara puasa qadha atau puasa Syawal. Apakah boleh puasa Syawal digabung dengan puasa bayar hutang?
ADVERTISEMENT
Dikutip dari buku Panduan Ibadah Puasa Wajib dan Sunah, Ahmad Sarwat (2019:45) hal-hal yang membatalkan puasa terbagi menjadi dua. Pertama yang mewajibkan qadha (kewajiban mengerjakan suatu perintah agama). Kedua yang mengharuskan adanya qada dan karafah (denda bagi yang melanggar).
Apakah Boleh Puasa Syawal Digabung dengan Puasa Bayar Hutang? Ini Pendapat Ulama
Puasa Ramadan adalah ibadah wajib bagi umat Islam. Jika tidak dikerjakan, maka wajib diganti dengan puasa qadha atau membayar fidyah. Sedangkan puasa Syawal hukumnya sunah, dengan pahala yang besar bagi yang melaksanakannya.
Apakah boleh puasa puasa Syawal digabung dengan puasa bayar hutang? Menggabungkan puasa Syawal dan qadha diperbolehkan, namun ada perbedaan pendapat dari para ulama mengenai sah atau tidaknya karena memiliki niat puasa yang berbeda.
ADVERTISEMENT
Puasa Syawal adalah amalan sunah yang dianjurkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan. Dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal, puasa ini menyimpan banyak keutamaan bagi umat Islam yang menjalankannya.
Salah satu keutamaan utama puasa Syawal adalah pahalanya yang disetarakan dengan berpuasa selama satu tahun penuh. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
Sedangkan qadha puasa Ramadan adalah puasa yang dilakukan untuk mengganti utang puasa yang pernah ditinggalkan selama bulan Ramadhan. Puasa ini hukumnya wajib untuk ditunaikan. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 184;
ADVERTISEMENT
Berdasarkan informasi dari MUI, dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa boleh-boleh saja menggabungkan niat qadha puasa dan sunah Syawal berbarengan.
Akan tetapi, jika ingin pahala melaksanakan sunah Syawal dengan sempurna, harus mendahulukan qadha terlebih dahulu lalu dilanjutkan puasa sunah enam hari di bulan Syawal.
ADVERTISEMENT
Semoga informasi di atas dapat menjelaskan apakah boleh puasa Syawal digabung dengan puasa bayar hutang, sehingga umat muslim dapat memahami materi tersebut. (EA)
Baca juga : Kapan Lebaran Ketupat 2025? Ini Penjelasannya