Apakah Ekstrakurikuler Termasuk Organisasi? Ini Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam konteks kegiatan di sekolah atau institusi pendidikan, sering kali muncul perdebatan mengenai apakah ekstrakurikuler termasuk dalam kategori organisasi. Tentunya, untuk menjawab pertanyaan ini, perlu untuk memahami perbedaan antara keduanya serta kontribusinya dalam pengembangan siswa secara keseluruhan.
Apabila merujuk pada buku Kelas Berkarakter: Model Pembelajaran Berbasis Minat, Bakat dan Kemampuan, Dr. H. Asep Encu, M.Pd., Momon Sudarma, S.Pd., M.Si. (2021:92), melalui ekstrakurikuler peserta didik dapat belajar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dengan orang lain, serta menemukan dan mengembangkan potensinya. Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler juga memberikan manfaat sosial yang besar bagi siswa.
Ketahui Apakah Ekstrakurikuler Termasuk Organisasi
Kegiatan di sekolah tentunya memiliki banyak manfaat yang akan didapat oleh siswa. Wadah kegiatan, seperti ekstrakurikuler dan organisasi, dapat mengembangkan potensi, bakat, dan minat yang sudah dimiliki siswa. Termasuk juga memupuk dan mengembangakan rasa tanggungjawab pribadi dan sosial siswa.
Lantas, apakah ekstrakurikuler termasuk organisasi? Selama ini banyak yang menganggap bahwa organisasi dan ekstrakurikuler adalah hal yang sama. Padahal keduanya jelas sangat berbeda. Antara ekstrakurikuler dan organisasi memiliki perbedaan yang terletak pada struktur dan tujuan masing-masing.
Sebagai informasi, menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 62 Tahun 2014 disebutkan bahwa ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan oleh siswa di luar jam belajar kegiatan yang ada dalam kurikulum dan kegiatan kokurikuler. Kegiatan ini diawasi dan dipandu oleh pihak sekolah.
Agar lebih jelas, beberapa penjelasan di bawah ini menjelaskan masing-masing perbedaannya.
1. Ekstrakurikuler
Tidak selalu memiliki struktur hierarki formal, seperti organisasi.
Contohnya, seperti klub bahasa, paduan suara, atau klub olahraga, yang bersifat kegiatan tambahan.
2. Organisasi
Cenderung memiliki struktur yang lebih formal dan terorganisir dengan tujuan yang jelas dalam mencapai misi bersama.
Contohnya adalah OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) atau MPK (Majelis Perwakilan Kelas), di mana anggotanya memiliki tanggung jawab spesifik dan biasanya dipilih melalui proses demokratis.
Adapun persamaan keduanya adalah sama-sama memiliki peran penting dalam pengalaman pendidikan siswa, yaitu:
Pada ekstrakurikuler seperti klub-klub kegiatan, menekankan pada pengembangan minat dan bakat akademis maupun non-akademis yang beragam.
Organisasi di sekolah sering kali untuk mengembangkan kepemimpinan dan keterampilan manajerial dalam konteks yang lebih kompleks dan terstruktur.
Kesimpulannya, apakah ekstrakurikuler termasuk organisasi? Jawabannya adalah ekstrakurikuler tidak termasuk dalam kategori organisasi dalam arti formal.
Namun, keduanya sama-sama penting dalam pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan siswa untuk menunjang potensi yang dimiliki. (VAN)
Baca juga: 30 Tema MPLS yang Menarik untuk SMA
