Konten dari Pengguna

Apakah Inflasi Selalu Merugikan dalam Perekonomian? Ini Penjelasannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apakah inflasi selalu merugikan - Sumber: pixabay.com/alexandra_koch
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apakah inflasi selalu merugikan - Sumber: pixabay.com/alexandra_koch

Apakah inflasi selalu merugikan? Tidak bisa dimungkiri, masih ada banyak orang yang menganggap inflasi sebagai momok dalam bidang ekonomi yang membuat hidup semakin sulit.

Namun, benarkah inflasi selalu jadi kabar buruk bagi semua orang? Untuk menjawabnya, perlu melihat lebih dalam bagaimana inflasi bekerja dalam kehidupan sehari-hari.

Penjelasan Mengenai Apakah Inflasi Selalu Merugikan dalam Perekonomian

Ilustrasi apakah inflasi selalu merugikan - Sumber: unsplash.com/@joa70

Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam suatu periode waktu. Saat inflasi terjadi, nilai uang menurun. Artinya, uang yang sama bisa membeli lebih sedikit barang dibanding sebelumnya.

Menurut keterangan di buku Memahami Inti Masalah Ekonomi-Penyebab Masalah yang Terjadi Saat Ini: Rahasia di Balik Krisis Ekonomi yang Jarang Terungkap, Nabil Perdana Putra, (2024), inflasi adalah gejala dari dinamika ekonomi yang lebih mendasar, bukan sekadar "kenaikan harga yang terus menerus.”

Apakah inflasi selalu merugikan? Inflasi tidak selalu berdampak buruk. Dalam kondisi tertentu, justru inflasi bisa menjadi tanda bahwa perekonomian sedang bergerak ke arah yang positif.

Kenapa di momen dan kondisi tertentu inflasi bisa dianggap menguntungkan? Inilah penjelasannya.

1. Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Inflasi ringan, sekitar 2–3% per tahun, sering dianggap sebagai tanda ekonomi yang sehat. Angka inflasi yang moderat mendorong masyarakat untuk membelanjakan uang mereka daripada menabungnya.

Ini akan menggerakkan roda perekonomian, mendorong permintaan barang dan jasa, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

2. Menguntungkan Peminjam Utang

Inflasi dapat menguntungkan peminjam utang, terutama yang memiliki pinjaman jangka panjang dengan bunga tetap. Ketika inflasi terjadi, nilai riil utang yang harus dibayar akan berkurang. Misalnya, jika seseorang meminjam Rp100.000.000 hari ini, 10 tahun ke depan, jumlah uang tersebut akan memiliki daya beli yang lebih kecil.

3. Meningkatkan Pendapatan Pelaku Usaha

Kenaikan harga barang atau jasa dapat meningkatkan pendapatan usaha, asalkan biaya produksi tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Peningkatan pendapatan ini bisa mendorong ekspansi usaha dan membuka peluang untuk menciptakan lapangan kerja baru, yang akan mendukung perekonomian lebih luas.

Sebaliknya, inflasi dianggap merugikan jika menurunkan daya beli masyarakat. Inflasi yang tinggi dapat menurunkan daya beli masyarakat, terutama jika pendapatan tetap tetapi harga barang dan jasa terus meningkat. Ini membuat masyarakat kesulitan membeli kebutuhan sehari-hari, terutama bagi yang berpenghasilan rendah.

Apakah inflasi selalu merugikan? Jawabannya adalah inflasi tidak selalu merugikan. Jika inflasinya terkendali dan rendah, ini justru dapat mendukung pertumbuhan ekonomi. Inflasi yang tinggi dan tidak terkontrollah yang dapat menimbulkan dampak negatif . (DNR)

Baca Juga: 4 Faktor Pendukung Kondisi Perekonomian Daerah