Konten dari Pengguna

Apakah Sektor Peternakan Berkontribusi dalam Menyumbang Gas Rumah Kaca?

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apakah sektor peternakan berkontribusi dalam menyumbang gas rumah kaca. Sumber: Pixabay/Miller_Eszter
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apakah sektor peternakan berkontribusi dalam menyumbang gas rumah kaca. Sumber: Pixabay/Miller_Eszter

Gas rumah kaca merupakan gas di atmosfer yang bisa menyerap dan memancarkan radiasi panas, sehingga menyebabkan efek rumah kaca. Apakah sektor peternakan berkontribusi dalam menyumbang gas rumah kaca?

Gas rumah kaca sebenarnya sudah ada secara alami di lingkungan yang membuat suhu rata-rata di permukaan Bumi diatas titik beku air. Namun, gas tersebut juga bisa ditimbulkan akibat aktivitas manusia yang bisa menyebabkan pemanasan global.

Mengetahui Apakah Sektor Peternakan Berkontribusi dalam Menyumbang Gas Rumah Kaca

Ilustrasi apakah sektor peternakan berkontribusi dalam menyumbang gas rumah kaca. Sumber: Pixabay/ELG21

Gas rumah kaca (GRK) merupakan sekelompok gas yang ada di atmosfer Bumi, contohnya seperti CO2, SO2, NO, NO2, CH4, dan CFC. Gas ini disebut gas rumah kaca karena cara kerjanya mirip dengan rumah kaca, yaitu memerangkap panas Matahari.

Tanpa adanya GRK, Bumi akan membeku dan tidak bisa menopang kehidupan di Bumi. Namun, aktivitas manusia telah mengubah efek rumah kaca alami Bumi dengan melepaskan gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim.

Sektor industri menjadi sektor yang cukup terkenal dalam menyumbang emisi gas ruma kaca. Lantas, apakah sektor peternakan berkontribusi dalam menyumbang gas rumah kaca?

Dikutip dalam buku Upaya Mengurangi Gas Metan dari Sektor Peternakan oleh Dr. Roni Pazla, S. Pt, dkk (2022:24) sebagian besar gas rumah kaca yang dihasilkan oleh peternakan adalah gas metana, yang 21 kali lebih berbahaya daripada karbon dioksida. Emisi tersebut berasal dari pencernaan ternak dan pengelolaan kotoran ternak.

Pembentukan gas metana tidak terlepas dari peran bakteri metanogen yang secara alamiah ada dalam tubuh hewan ternak, khususnya hewan ruminansia. Berikut penjelasannya.

1. Pencernaan Ternak

Metana yang dihasilkan dalam pencernaan ternak dihasilkan dari proses fermentasi enterik. Ini menjadi bagian alami dari proses pencernaan pada hewan ruminansia seperti sapi, domba, kambing, dan kerbau.

Mikroorganisme anaerobik, yang disebut metanogen yang ada dalam saluran pencernaan atau rumen, menguraikan dan memfermentasi makanan. Menghasilkan metana sebagai produk samping yang dikeluarkan oleh sapi terutama melalui sendawa atau kentut.

2. Kotoran Ternak

Proses pencernaan yang terus berlanjut akan menghasilkan produk akhir berupa feses. Bakteri metanogenik yang ikut dalam feses (kotoran ternak) akan merombak komponen C pada feses sehingga menghasilkan gas metana (CH4).

Kegiatan lain yang menyumbang gas rumah kaca pada sektor peternakan yaitu kegiatan distribusi pakan dan distribusi produk olahan hasil peternakan yang menghasilkan gas karbon dioksida. Serta pengolahan pupuk yang dihasilkan dari emisi pabrik.

Kesimpulannya apakah sektor peternakan berkontribusi dalam menyumbang gas rumah kaca? Ya, sektor peternakan ikut berkontribusi. Oleh karena itu, adanya solusi yang tepat untuk meminimalisir laju peningkatan GRK sangatlah penting. (MRZ)

Baca juga: Apakah Nitrogen Termasuk Gas Rumah Kaca? Ini Penjelasannya