Konten dari Pengguna

Apakah Tempe Termasuk Produk Bioteknologi? Ini Jawabannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apakah tempe termasuk produk bioteknologi? Sumber foto: Pixabay/Bintang_Galaxy
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apakah tempe termasuk produk bioteknologi? Sumber foto: Pixabay/Bintang_Galaxy

Tempe merupakan salah satu produk yang dihasilkan melalui proses fermentasi. Bahan utama dalam pembuatannya yaitu berupa kacang kedelai (Glycine max). Lalu, apakah tempe termasuk produk bioteknologi?

Di kehidupan sehari-hari, tempe banyak digunakan sebagai bahan pangan. Selain mudah diolah, tempe juga diperkaya dengan kandungan gizi berupa protein yang tinggi.

Apakah Tempe Termasuk Produk Bioteknologi?

Ilustrasi apakah tempe termasuk produk bioteknologi? Sumber foto: Pixabay/mochawalk

Tempe adalah jenis makanan tradisional yang dihasilkan melalui beberapa tahapan pengolahan, di antaranya pemberian ragi dan pemeraman. Lantas dengan penerapan proses tersebut, apakah tempe termasuk produk bioteknologi?

Berdasarkan buku Biologi untuk SMA/MA Kelas XII, R. Gunawan Susilowarno, dkk, (2008:239), tempe termasuk produk bioteknologi yang memanfaatkan jasa fermentasi dari mikroorganisme. Mikroorganisme yang dapat menjadikan kedelai menjadi tempe adalah jamur Rhizopus sp.

Jamur Rhizopus sp dapat membentuk benang-benang halus berwarna putih (hifa). Hifa inilah yang dapat membentuk kedelai yang satu dengan yang lainnya menjadi tempe. Pemanfaatan jamur dalam tempe juga mampu menghasilkan enzim proteolitik, yang berfungsi sebagai pemecah protein menjadi asam amino agar siap diserap oleh tubuh.

Dengan begitu, mengonsumsi tempe dapat berperan penting bagi kesehatan manusia. Untuk lebih jelasnya, beragam manfaat tempe adalah sebagai berikut.

1. Antibakteri

Reaksi kimia dari jamur Rhizopus sp akan menghasilkan zat-zat yang berguna untuk tubuh, seperti halnya zat antibakteri dan vitamin. Dalam hal ini, zat gizi pada tempe dapat diserap lebih banyak dibandingkan mengonsumsi kedelai secara langsung.

2. Antibiotik

Tempe memiliki kandungan berupa antibiotik alami. Zat ini bisa berguna untuk melindungi usus dan memperbaiki sistem pencernaan.

3. Sistem Imun

Senyawa isoflavon merupakan salah satu zat yang terdapat pada produk tempe. Adanya senyawa tersebut tempe bisa meningkatkan daya tahan (sistem imun) tubuh, membuat awet muda, dan memberikan proteksi terhadap sel hati.

4. Mencegah Penimbunan Lemak

Selain meningkatkan sistem imun, tempe juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya penimbunan lemak pada bagian-bagian tubuh tertentu, seperti halnya dalam rongga perut, ginjal, dan di bawah kulit perut.

Baca Juga: Mengenal Proses Fermentasi Tempe dan Manfaat Bagi Kesehatan

Jadi, apakah tempe termasuk produk bioteknologi? Ya, tempe merupakan bentuk bioteknologi konvensional yang memanfaatkan bantuan Rhizopus sp dalam pembuatannya.

Dengan adanya pemanfaatan teknologi mikroorganisme ini, manusia dapat mengembangkan dan menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kehidupan. (Riyana)