Konten dari Pengguna

Apakah yang Terjadi Apabila Salah Satu Komponen Abiotik Tidak Tersedia di Alam?

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apakah yang terjadi apabila salah satu komponen abiotik tidak tersedia di alam?. Sumber foto: Unplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apakah yang terjadi apabila salah satu komponen abiotik tidak tersedia di alam?. Sumber foto: Unplash

Apaa yang terjadi apabila salah satu komponen abiotik tidak tersedia di alam? Jika salah satu komponen abiotik tidak ada di alam semesta, dipastikan tidak akan terjadi keseimbangan ekosistem.

Ekosistem yang tidak seimbang akan membuat menyebabkan kehancuran bagi planet Bumi. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan ekosistem di bumi penting untuk dilakukan oleh manusia.

Apakah yang Terjadi Apabila Salah Satu Komponen Abiotik Tidak Tersedia di Alam? Inilah Penjelasannya

Ilustrasi apakah yang terjadi apabila salah satu komponen abiotik tidak tersedia di alam?. Sumber foto: Unplash

Mengutip dari buku Ilmu Pengetahuan Alam oleh Teguh Sugiyarto, Eny Ismawati (248), di dalam ekosistem terjadi saling ketergantungan antara komponen, sehingga apabila salah satu komponen mengalami gangguan maka dapat mempengaruhi komponen lainnya.

Salah satu komponen yang ada di ekosistem adalah komponen abiotik. Istilah abiotik merujuk kepada benda alam yang bersifat hidup. Apakah yang terjadi apabila salah satu komponen abiotik tidak tersedia di alam?

Jika salah satu komponen abiotik tidak tersedia di alam dapat mempengaruhi komponen biotik. Misalnya, tumbuhan dapat hidup baik apabila lingkungan memberikan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan tersebut, seperti air, udara, cahaya dan garam-garam mineral.

Interaksi yang terjadi antara komponen abiotik dengan biotik di alam menjadi fenomena yang sangat penting dalam ekologi. Pasalnya, jika salah satu komponen abiotik tidak tersedia di alam dapat mempengaruhi keseimbangan ekosistem dan juga kelangsungan hidup berbagai organisme.

Interaksi Komponen Abiotik dan Biotik dalam Kehidupan Sehari-hari

Ilustrasi interaksi komponen abiotik dan komponen biotik. Sumber foto: Unplash

Pada dasarnya interaksi di antara komponen abiotik dan biotik mampu membentuk sebuah ekosistem. Terjadinya interaksi tersebut menjadi dasar sebuah kehidupan yang ada di planet Bumi.

Berikut adalah contoh interaksi antara komponen abiotik dan biotik yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

1. Interaksi Hewan dengan Suhu Lingkungan

Suhu lingkungan sangat berpengaruh terhadap distribusi hewan. Contohnya beruang kutub yang melakukan hibernasi selama musim dingin. Hibernasi yang dilakukan oleh hewan tersebut menjadi strategi untuk bertahan hidup dalam suhu dingin.

Hal ini disebabkan karena pada saat musim dingin akan memasuki periode dormansi. Periode tersebut mengakibatkan metabolisme di tubuh beruang akan melambat secara signifikan sehingga membantu hewan itu dalam menghemat energi yang ada di dalam tubuhnya.

2. Interaksi Tumbuhan dan Cahaya Matahari

Fotosintesis adalah proses pembentukan senyawa organik dari bahan anorganik yang berlangsung dalam tubuh tumbuhan berklorofil. Proses fotosintesis menggunakan sumber energi cahaya matahari.

Selain itu, intensitas cahaya matahari juga memengaruhi pola pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Tanpa adanya cahaya matahari, tumbuhan tidak dapat melakukan fotosintesis dan tidak dapat tumbuh serta berkembang.

Baca juga: Pengertian dan Macam-Macam Ekosistem yang Perlu Diketahui

Itulah jawaban atas pertanyaan apakah yang terjadi apabila salah satu komponen abiotik tidak tersedia di alam? Jika ada beberapa komponen abiotik tidak tersedia dapat menciptakan ketidakseimbangan ekosistem. (NTA)