Konten dari Pengguna

Apatis: Pengertian, Karakteristik, serta Dampaknya bagi Individu dan Lingkungan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apatis adalah. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apatis adalah. Sumber: pexels.com

Apatis adalah suatu kondisi seseorang yang memilih untuk tidak peduli atau cuek terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar mereka. Salah satu contohnya adalah kecenderungan untuk menghindari lingkungan sekitar.

Sikap apatis ini memiliki risiko yang merugikan tidak hanya diri sendiri tetapi juga orang lain di sekitar mereka. Tingkat apatis yang parah berdampak pada lingkup lingkungan yang semakin besar pula, dan tidak hanya dirasakan oleh orang yang bersikap apatis.

Karakteristik Apatis

Ilustrasi Apatis adalah. Sumber: pexels.com

Menurut jurnal berjudul Apathy: a practical guide for neurologists (2016), apatis dapat menjadi ciri-ciri penyakit kesehatan mental, penyakit parkinson, atau juga penyakit alzheimer. Adapun karakteristik atau ciri-ciri dari apatis adalah sebagai berikut.

  1. Seseorang dikatakan apatis ketika kehilangan minat atau ketertarikan terhadap banyak hal dalam hidupnya.

  2. Seseorang tidak peduli dengan hal-hal penting dalam hidup seseorang, seperti emosi, sosial, atau fisik.

  3. Seseorang kehilangan keinginan untuk hal-hal yang mereka anggap menarik dan menyenangkan adalah pada waktu sebelum ini.

  4. Seseorang lebih memilih untuk tidak peduli terhadap orang lain dan lingkungan sekitarnya.

Dampak Apatis bagi Individu dan Lingkungan

Ilustrasi Apatis adalah. Sumber: pexels.com

Apatis yang dibiarkan begitu saja tanpa adanya upaya untuk memperbaiki keadaan dapat menimbulkan banyak dampak, baik dampak untuk individu yang apatis maupun untuk lingkungan sekitar individu apatis tersebut.

Berikut ini adalah berbagai dampak dari adanya sikap apatis bagi individu maupun lingkungan di sekitarnya yang perlu diketahui.

  • Individu yang bersikap apatis akan lebih sulit berkembang dalam berbagai aspek karena dirinya menarik diri dan mengurangi sosialisasi.

  • Kurangnya kontrol sosial terhadap kejadian di lingkungan sekitar.

  • Meningkatnya individualisme pada suatu lingkungan.

Apatis yang dibiarkan secara terus menerus dapat mengakibatkan munculnya masalah baru yang lebih besar. Contohnya adalah perpecahan atau kesalahpahaman yang dapat menimbulkan kebencian.

Baca juga: Arti, Persamaan, dan Lawan Kata Apatis dalam Bahasa Indonesia

Itulah pembahasan singkat mengenai pengertian, karakteristik, dan juga dampak apatis. Belakangan ini, apatis adalah hal yang cukup sering disepelekan oleh masyarakat.

Tetapi apatis dapat berpengaruh pada kehidupan pribadi, sosial, politik, negara, serta yang lain-lainnya. Seharusnya, kita harus lebih peduli terahadap perilaku apatis.

Semoga informasi singkat tentang apatis di atas dapat bermanfaat, ya. (REY)