Arti Convokiller yang Beredar di Media Sosial

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Convokiller adalah salah satu bahasa yang tercipta dari media sosial. Seperti yang telah diketahui, media sosial banyak memunculkan kata-kata baru yang pada akhirnya menjadi populer.
Viralnya kosakata baru tersebut umumnya memiliki arti yang berbeda dengan makna sebenarnya.
Arti Convokiller yang Tren di Media Sosial
Convokiller adalah singkatan dari conversation dan killer dalam bahasa Inggris. Conversation diartikan sebagai percakapan, sedangkan arti killer adalah pembunuh.
Convokiller dapat diartikan sebagai mengakhiri suatu percakapan. Istilah convokiller sendiri dapat digunakan dalam konteks yang berbeda.
Konteks pertama adalah pendekatan dengan seseorang yang menjadi awal kata convokiller umum digunakan.
Saat melakukan pendekatan, umumnya akan dilakukan penggalian kesamaan minat dan kesukaan melalui obrolan berbagai macam topik.
Jika respon yang diberikan hanya berupa jawaban singkat dan pendek, hal inilah yang dinamakan convokiller. Convokiller menyebabkan percakapan menjadi tidak lancar dan hanya bersifat searah.
Hal ini tentu akan menyebabkan kesulitan oleh pihak yang melakukan pendekatan. Sebab topik pembicaraan yang dilemparkan tidak berakhir menjadi diskusi yang panjang.
Meskipun banyak alasan yang dapat menyebabkan suatu percakapan terkesan ingin diakhiri, namun umumnya convokiller menandakan tidak ada ketertarikan yang sama.
Convokiller digunakan semata-mata hanya untuk menghargai lawan bicara secara santun. Untuk itu, pilihan ada di tangan pihak yang melakukan pendekatan.
Apakah komunikasi masih akan terus dicoba dengan risiko jawaban yang sama, atau selekasnya mengakhiri proses pendekatan berdasarkan sinyal yang diberikan.
Konteks kedua penggunaan convokiller di media sosial adalah mengakhiri pembicaraan dengan sesuatu yang 'mematikan', artinya pihak lawan bicara tidak memiliki topik lain sebagai balasan.
Hal ini berdasarkan buku Bicaralah untuk Menang - Brian Tracy yang disusun oleh Eagle Oseven (Pinang), prinsip yang paling penting dalam mengakhiri pembicaraan adalah dengan 'pukulan'.
Konteks ini umumnya digunakan saat terjadi perdebatan di media sosial. Perdebatan berakhir begitu salah satu pihak menggunakan convokiller yang tidak mampu dibalas oleh pihak lainnya.
Convokiller yang digunakan umumnya berupa fakta atau kutipan yang secara umum diketahui, dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Baca juga: Arti Body Shaming dan Jenis-jenisnya.
Convokiller adalah istilah untuk mengakhiri percakapan di media sosial. Convokiller umumnya digunakan dalam proses pendekatan atau debat antar warganet.(DK)
