Konten dari Pengguna

Arti Gaji Nett beserta Perbedaannya dengan Gaji Gross dan Gross Up

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Nett adalah. Sumber: Pexels/Karolina Grabowska
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Nett adalah. Sumber: Pexels/Karolina Grabowska

Gaji karyawan akan dikenakan potongan yang ditetapkan oleh pemerintah. Salah satunya adalah pajak penghasilan (PPH 21). Ada tiga perhitungan PPh 21, yaitu perhitungan gaji nett, gross, dan gross up. Gaji nett adalah gaji yang diterima setelah proses pemotongan.

Di beberapa perusahaan ada yang memberlakukan kebijakan gaji nett ini. Namun sebagian lainnya ada juga yang menerapkan gaji gross atau gross up.

Perbedaan Gaji Nett, Gaji Gross, dan Gaji Gross Up

Ilustrasi Nett adalah. Sumber: Pexels/Pixabay

Kebanyakan karyawan tidak terlalu memperhatikan akan perbedaan gaji nett, gaji gross, dan gaji gross up. Ketiga hal ini sering dianggap sama oleh karyawan. Namun ternyata hal ini penting untuk lebih diperhatikan lagi oleh karyawan.

Berdasarkan jurnal berjudul Analsis Perbandingan Penerapan Metode Nett Basis Dan Metode Gross Up Dalam Meningkatkan Efisiensi Pajak, AP Fatmawati, et al. (2023: 58), berikut ini adalah beberapa perbedaan antara gaji nett, gaji gross, dan gaji gross up.

1. Gaji Nett

Gaji nett adalah jumlah gaji yang diterima karyawan secara tunai dan tidak lebih serta tidak kjurang dari upah pokok yang diterima saat bekerja. Gaji nett yang diterima karyawan telah melalui berbagai proses pemotongan.

Beberapa jenis potongan yang dilakukan perusahaan antara lain adalah pajak penghasilan, iuran asuransi kesehatan, dana untuk tunjangan pensiun, potongan saat absen, maupun potongan saat melakukan pelanggaran.

2. Gaji Gross

Gaji gross adalah jumlah uang yang diterima oleh karyawan sebelum dilakukan berbagai potongan pajak dan biaya lain. Gaji gross juga dapat disebut sebagai gaji kotor, sehingga karyawan wajib melakukan pembayaran pajak penghasilan atas gaji yang telah diterima.

3. Gaji Gross Up

Gaji gross up adalah gaji dengan sistem pengupahan. Pada hal ini, pihak perusahaan serta pihak karyawan berbagi tanggung jawab dalam menyelesaikan pembayaran pajak dan juga biaya lain. Biasanya rasio pembagian tanggung jawab adalah 50% banding 50%.

Baca juga: 5 Cara Menambah Penghasilan di Luar Gaji Tetap Karyawan

Setiap jenis pembayaran gaji memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pihak karyawan sudah semestinya mengetahui jenis gaji di atas, seperti gaji nett adalah karyawan menerima bersih setelah dipotong biaya BPJS atau asuransi misalnya. Selain itu, pihak perusahaan juga perlu melakukan evaluasi sistem penggajian karyawan. (REY)