Arti Lagu Genjer-genjer, Lagu Daerah yang Pernah Dilarang

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti lagu Genjer-genjer menarik untuk diketahui karena pernah dikaitkan dengan gerakan terlarang. Genjer-genjer sebenarnya adalah lagu daerah tapi sering digunakan di acara-acara gerakan terlarang tersebut.
Situasi ketika lagu tersebut dinyanyikan mengakibatkan Genjer-genjer berkonotasi negatif. Akibatnya, lagu ini sempat dilarang tapi larangan tersebut berakhir pada tahun 1998.
Arti Lagu Genjer-genjer dan Liriknya
Dikutip dari Seri Buku Tempo: Lekra dan Geger 1965, Tim Buku Tempo (2014:117), lagu Genjer-genjer menggunakan melodi lagu dolanan Banyuwangi yang berjudul Tong Alak Gentak. Lagu daerah ini digubah oleh Muhammad Arif menjadi Genjer-genjer.
Lagu Genjer-genjer menyuarakan kondisi masyarakat Banyuwangi yang kekurangan pangan akibat penjajahan Jepang. Padahal sebelumnya Banyuwangi surplus pangan sejak zaman Majapahit.
Karena dulu sering dinyanyikan, Genjer-genjer memiliki beberapa versi. Berikut ini adalah arti lagu Genjer-genjer dari salah satu versinya.
1. Lirik Lagu Genjer-genjer
Genjer-genjer ning kedhokan pating keleler
Genjer-genjer ning kedhokan pating keleler
Emake thole teka-teka mbubuti genjer
Emake thole teka-teka mbubuti genjer
Oleh sak tenong mungkur sedhot sing toleh-toleh
Genjer-genjer saiki wis digowo moleh
Genjer-genjer isuk-isuk didol ning pasar
Genjer-genjer isuk-isuk didol ning pasar
Genjer-genjer diuntingi sarwa didhasar
Genjer-genjer diuntingi sarwa didhasar
Emake jebeng mengko tuku nggawa welasah
Genjer-genjer saiki wis padha diolah
Genjer-genjer mlebu kendhil wedang gemulak
Genjer-genjer mlebu kendhil wedang gemulak
Setengah mateng dientasno dienggo iwak
Setengah mateng dientasno dienggo iwak
Sega rong piring sambel jeruk ning peloco
Genjer-genjer dipangan musuhe sega
2. Arti dari Lagu Genjer-genjer
Genjer adalah tanaman sayuran yang umumnya tumbuh di tempat basah seperti di bantaran sungai, sekitar sawah, rawa-rawa atau di pinggiran danau. Genjer di lahan umum bebas diambil oleh masyarakat setempat.
Arti bagian pertama dari lagu Genjer-genjer menggambarkan banyaknya tanaman genjer yang tidak bertuan di sebuah tempat. Tiba-tiba datang emak-emak mencabuti tanaman tersebut. Setelah mendapat genjer satu bakul, emak-emak itu pulang.
Bagian kedua menceritakan tanaman genjer yang dibawa ke pasar, diikat menjadi beberapa bagian, lalu ditata untuk menarik pembeli. Emak-emak lainnya akan membeli sayuran tersebut untuk diolah.
Bagian ketiga menggambarkan proses memasak genjer. Setelah air di dalam kuali mendidih, genjer dimasukkan. Ketika sudah setengah matang, genjer ditiriskan untuk dijadikan lauk. Genjer nikmat dimakan bersama nasi dan sambal jeruk.
Dengan demikian, arti lagu Genjer-genjer di atas adalah proses tanaman genjer dari dipanen, dijual, dibeli, dimasak hingga dihidangkan. Lagu ini merupakan penghibur diri bagi masyarakat yang kekurangan pangan saat itu. (lus)
Baca juga: Arti Lagu Raiso Ngapusi yang Menceritakan Suatu Pengkhianatan
