Arti Peribahasa Ada Udang Dibalik Batu

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam bahasa Indonesia, peribahasa sering kali digunakan untuk mengungkapkan sesuatu. Misalnya, ada udang dibalik batu. Maksud dari peribahasa tersebut biasa digunakan untuk berhati-hati terhadap tabiat asli orang lain.
Peribahasa sendiri termasuk kata kiasan. Kata kias adalah ragam bahasa yang tidak mengungkapkan makna secara langsung, melainkan menggunakan perbandingan.
Peribahasa Ada Udang Dibalik Batu Artinya Apa?
Dikutip dari buku Pasti Bisa: Pembahasan Tuntas Kompetensi Bahasa Indonesia untuk SMP dan MTs Kelas VII, Dr. Agus Trianto (hal 52), peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang susunannya tetap. Biasanya, mengiaskan maksud tertentu. Jenis kalimat tersebut biasanya digunakan untuk menghias karangan atau percakapan.
Pada umumnya, peribahasa berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup, atau aturan tingkah laku. Sumber kalimatnya berasal dari penghayatan masyarakat terhadap kehidupan sehari-hari, ajaran agama, dan juga karya sastra.
Susunan kata dalam peribahasa selalu tepat dan tidak bisa diubah, seperti peribahasa ada udang dibalik batu. Binatang udang sering menjadi simbol keberuntungan dan batu dijadikan sebagai simbol rintangan atau kesulitan.
Peribahasa itu sering di ucap dalam kehidupan sehari-hari. Maknanya sendiri berupa kehati-hatian dalam menilai tabiat asli seseorang. Adanya peribahasa ini menjadi syarat bahwa sesuatu yang tampak dari luar belum tentu sesuai dengan kenyataan yang aslinya.
Contoh Peribahasa yang Lain beserta Artinya
Pada dasarnya, ada banyak peribahasa lain yang menarik diketahui. Isinya yang ringkas dan padat menjadi daya tarik tersendiri untuk dijadikan sebagai bahan belajar. Berikut ini contoh peribahasa beserta maknanya.
Besar pasak daripada tiang: Lebih besar pengeluaran daripada penghasilan.
Berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau: Segala sesuatu hendaknya sampai kepada maksudnya.
Gajah mati tulang tertimbun: Seseorang ia meninggalkan hartanya karena ia sudah tidak bernyawa.
Membuang garam di laut: Bantuan yang tidak ada gunanya.
Mendapat durian runtuh: Seseorang yang mendapatkan keberuntungan secara tiba-tiba.
Ayam ditambat disambar elang: Mengharapkan keuntungan, akhirnya kerugian yang didapatkan.
Air tenang menghanyutkan: Orang yang tenang pun kadang membahayakan orang lain.
Buruk muka cermin dibelah: Diri sendiri yang berbuat salah orang lain yang dikorbankan.
Datang tak tampak muka, pergi tak tampak punggung: Datang atau pergi di tempat tertentu, sebaiknya pamit.
Seperti orang buta kehilangan tongkat: Seseorang yang kebingungan karena kehilangan cara menolong diri sendiri.
Demikianlah penjelasan terkait peribahasa ada udang di balik batu. Semoga informasi yang telah disampaikan di atas bisa bermanfaat bagi pembaca! (NTA)
Baca juga: Arti Pepatah Tak Kenal Maka Tak Sayang dan 5 Pepatah Inspiratif Lainnya
