Arti Rasional, Ciri-Ciri, dan Contoh Perilakunya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti rasional adalah hal yang erat kaitannya dengan pemikiran atau sikap tertentu. Dengan memahami arti rasional dan menerapkannya, individu dapat menghindari prasangka, keputusan impulsif, dan kecenderungan untuk terjebak dalam pemikiran yang sempit.
Pemikiran rasional akan membantu seseorang untuk menjadi lebih objektif dan kritis. Termasuk lebih efektif dalam mengatasi tantangan, memecahkan masalah, dan mencapai tujuan yang diinginkan.
Rasional adalah Sesuatu yang Masuk Akal
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata rasional termasuk dalam adjektiva atau kata sifat, artinya adalah:
Menurut pikiran dan pertimbangan yang logis
Menurut pikiran yang sehat
Cocok dengan akal
Secara lebih luas, pengertian rasional adalah pemikiran atau sikap rasional yang mengacu pada cara berpikir berdasarkan pada logika, alasan, dan bukti yang objektif.
Individu dengan pemikiran rasional cenderung mengambil keputusan yang didasarkan pada fakta dan analisis rasional, bukan dipengaruhi oleh emosi atau prasangka.Pemikiran rasional melibatkan proses penilaian yang obyektif terhadap situasi atau masalah yang dihadapi.
Individu tersebut cenderung mencari informasi, mengevaluasi bukti yang ada, dan membuat keputusan berdasarkan pada analisis yang objektif. Mereka mampu mempertimbangkan berbagai sudut pandang dan pendekatan yang berbeda sebelum mencapai kesimpulan.
Ciri-Ciri Rasional
Ciri-ciri rasional merupakan cerminan atau penggambaran dari cara berpikir dan sikap individu yang rasional. Beberapa ciri rasional adalah:
Pemikiran rasional didasarkan pada logika dan argumen yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
Berusaha untuk menjadi objektif dengan mempertimbangkan berbagai sudut pandang, fakta, dan informasi yang relevan sebelum mencapai kesimpulan atau membuat keputusan.
Melibatkan kemampuan untuk menganalisis situasi atau masalah dengan cermat.
Mampu memecah informasi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, mengidentifikasi pola atau hubungan, dan menghubungkan fakta-fakta yang relevan.
Didukung oleh bukti yang dapat diverifikasi atau ditemukan melalui metode ilmiah atau logika yang kuat.
Melibatkan kemampuan untuk mengendalikan emosi dan tidak membiarkan mereka mempengaruhi pengambilan keputusan.
Menghargai pentingnya pengetahuan dan pembelajaran yang berkelanjutan.
Melibatkan sikap kritis terhadap informasi, argumen, atau keyakinan yang disajikan.
Tidak menerima klaim tanpa bukti yang cukup atau penjelasan yang masuk akal.
Contoh Perilaku Rasional dalam Kehidupan
Beberapa contoh perilaku rasional yang bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
Seorang individu yang rasional akan melakukan riset, mengumpulkan data, dan menganalisis pro dan kontra sebelum membuat keputusan penting. Misalnya dalam hal memilih karir atau menginvestasikan uang.
Individu yang rasional mampu mempertimbangkan argumen secara obyektif. Mampu mencari solusi yang menguntungkan semua pihak, dan tidak membiarkan emosi negatif seperti kemarahan atau kebencian memengaruhi pengambilan keputusan.
Seorang individu yang rasional akan mengevaluasi klaim atau keyakinan dengan hati-hati. Akan mencari bukti atau argumen yang mendukungnya, dan tidak terburu-buru menerima informasi tanpa pemikiran yang kritis.
Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Makhluk Hidup yang Membedakannya dengan Benda Mati
Berdasarkan buku Filsafat Ilmu: Berdasarkan Kurikulum Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Redmon Windu Gumati, M.Ag., Cendekia Press, 2019, pemikiran rasional memungkinkan seseorang untuk tetap tenang dan objektif dalam menghadapi konflik atau situasi sulit.
Pada dasarnya, rasional adalah konsep pemikiran atau sikap yang didasarkan pada sesuatu yang masuk akal dan tidak mengada-ada. Inilah yang menjadikan orang rasional akan mempertimbangkan implikasi jangka panjang dari tindakan yang diambil. (DNR)
