Konten dari Pengguna

Aturan Penggunaan Huruf Kapital yang Benar dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi aturan penggunaan huruf kapital. Sumber: unsplash.com/SusanHoltSimpson.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aturan penggunaan huruf kapital. Sumber: unsplash.com/SusanHoltSimpson.

Aturan penggunaan huruf kapital dalam bahasa Indonesia penting diketahui karena akan digunakan selamanya. Meski sudah diajarkan sejak SD, namun banyak yang tidak tahu penggunaannya.

Pemahaman tentang huruf kapital merupakan keterampilan dasar untuk semua jenis penulisan. Contohnya, untuk undangan arisan atau caption media sosial.

Ketahui Aturan Penggunaan Huruf Kapital

Ilustrasi aturan penggunaan huruf kapital. Sumber: unsplash.com/NickFewings.

Dikutip dari Bahasa Indonesia: Kawan Seiring untuk SD/MI Kelas III, Anna Farida K. dan Helva Nirhidayah (2022:11), secara garis besar, huruf kapital digunakan untuk nama orang dan daerah, di awal kalimat dan di awal kalimat dalam petikan langsung.

Secara detail, penggunaan huruf kapital sudah diatur dalam EYD V (Ejaan Yang Disempurnakan Edisi Kelima) oleh Kemdikbud.

Berikut adalah aturan penggunaan huruf kapital yang benar menurut EYD V beserta contoh kalimat.

  1. Huruf pertama awal kalimat.

    Contoh: Apa maksudnya?

  2. Huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan.

    Contoh: Jenderal Kancil.

  3. Nama orang seperti nama teori, hukum dan rumus. C

    ontoh: rumus Phytagoras.

  4. Awal kalimat dalam petikan langsung.

    Contoh: Ibu berpesan, "Hati-hati!"

  5. Huruf pertama yang berkaitan dengan nama agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk sebutan, kata ganti, serta singkatan nama Tuhan.

    Contoh: Allah Swt.

  6. Huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, kebangsawanan, keturunan, keagamaan atau akademik yang diikuti nama orang dan yang mengikuti nama orang.

    Contoh: Doktor Arina.

  7. Huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, profesi, serta nama jabatan dan kepangkatan sebagai sapaan.

    Contoh: Baik, Prof.

  8. Huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau pengganti nama orang, instansi, atau tempat. Contoh: Gubernur Riau.

  9. Huruf pertama pertama pada nama bangsa, suku, bahasa dan aksara.

    Contoh: suku Minahasa.

  10. Huruf pertama pada nama tahun, bulan, hari, hari besar atau hari raya.

    Contoh: hari Waisak.

  11. Huruf pertama unsur nama peristiwa sejarah.

    Contoh: Hari Pramuka.

  12. Huruf pertama nama geografi.

    Contoh: Jakarta.

  13. Nama geografi yang menyatakan asal daerah.

    Contoh: soto Kudus.

  14. Huruf pertama semua kata seperti pada nama negara, lembaga, badan, organisasi, atau dokumen, kecuali kata tugas.

    Contoh: Ikatan Dokter Indonesia.

  15. Huruf pertama setiap kata dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah, serta nama media masa, kecuali kata tugas yang tidak terletak di awal.

    Contoh: majalah Aneka.

  16. Huruf pertama unsur singkatan nama gelar dan nama pangkat. Contoh: Hj.

  17. Huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, serta kata atau ungkapan lain sebagai sapaan.

    Contoh: "Baik, Bu."

Banyak yang harus diperhatikan dalam aturan penggunaan huruf kapital di atas. Namun kebiasaan menggunakan bentuk yang benar akan mengurangi kesalahan. (lus)

Baca juga: Nusantara Kapital atau Tidak? Inilah Penulisannya yang Benar