Konten dari Pengguna

Bagaimana Aplikasi Teori Humanistik dalam Kegiatan Pembelajaran Saat Ini?

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menurut anda, bagaimana aplikasi teori belajar humanistik dalam kegiatan pembelajaran di era saat ini. Sumber: Pexels/Anatasiya Gepp
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menurut anda, bagaimana aplikasi teori belajar humanistik dalam kegiatan pembelajaran di era saat ini. Sumber: Pexels/Anatasiya Gepp

Teori humanistik, fokus pada penghargaan terhadap potensi siswa. Menurut Anda, bagaimana aplikasi teori belajar humanistik dalam kegiatan pembelajaran di era saat ini?

Dikutip dari Buku Pengantar Ilmu Pendidikan Teori dan Inovasi Peningkatan SDM, Robertus Adi Sarjono Owon S.Pd, M.Pd dkk, ((2024: 32), teori humanistik adalah pendekatan dalam psikologi dan pendidikan yang menekankan pada potensi penuh manusia dan pentingnya faktor-faktor pribadi, emosional, dan psikologis dalam pembelajaran.

Pendekatan ini fokus pada aspek-aspek, seperti kebutuhan, nilai-nlai, motivasi, dan pengalaman individu dalam membentuk pemahaman dan perilaku.

Ilustrasi menurut anda, bagaimana aplikasi teori belajar humanistik dalam kegiatan pembelajaran di era saat ini. Sumber: Pexels/Akela Photography

Teori humanistik begitu penting dalam pembelajaran. Lantas, menurut Anda, bagaimana aplikasi teori belajar humanistik dalam kegiatan pembelajaran di era saat ini?

Aplikasi teori belajar humanistik dalam kegiatan pembelajaran di era saat ini sangat relevan dan bermanfaat. Berikut adalah beberapa cara penerapannya.

1. Pembelajaran Berpusat pada Siswa

Pendekatan humanistik menempatkan siswa sebagai pusat dari kegiatan pembelajaran. Ini berarti guru berperan sebagai fasilitator dan pendukung.

Di kelas, guru mengajak siswa untuk aktif berpartisipasi mengeksplorasi, dan menemukan sendiri solusi dari permasalahan yang dihadapi.

2. Mengembangkan Potensi Individu

Teori ini juga fokus pada pengembangan potensi dan bakat siswa. Dalam praktiknya, pembelajaran berbasis proyek atau project-based learning (PBL) sering digunakan untuk memberikan ruang kepada siswa agar mengeksplorasi minat dan bakat.

Dengan memilih topik atau proyek sesuai dengan minat, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga merasakan kepuasan dalam mengembangkan potensinya.

3. Lingkungan Belajar yang Positif

Lingkungan yang positif membuat siswa merasa aman, dan sangat penting dalam pendekatan humanistik. Saat ini, banyak sekolahh mulai menciptakan ruang kelas yang nyaman dan mendukung proses belajar.

Ini termasuk desain ruang kelas fleksibel, dan fasilitas mendukung pembelajaran berbasis teknologi.

4. Mendorong Kemandirian Belajar

Tujuan teori humanistik juga mendorong kemandirian. Siswa diajak lebih mandiri dalam mengatur proses belajarnya sendiri, termasuk menentukan waktu, dan metode yang sesuai dengan gaya belajar masing-masing.

Guru bertindak sebagai fasilitator yang memberikan panduan tanpa mendikte. Siswa diberi kebebasan dalam mengeksplorasi topik yang sesuai kecepatan mereka.

Jadi, menurut Anda, bagaimana aplikasi teori belajar humanistik dalam kegiatan pembelajaran di era saat ini? Aplikasi teori belajar humanistik dalam kegiatan di era saat ini sangat membantu dan bermanfaat bagi siswa. Dengan teori ini, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang mendukung perkembangan siswa. (ERI)

Baca juga: Mengenal Tech Savvy beserta Manfaat dan Tips Meningkatkannya