Bagaimana Cara Mengatasi Pemanasan Global Sesuai Kesepakatan Internasional?

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemanasan global menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia saat ini. Dampaknya telah terasa di berbagai belahan bumi, mulai dari kenaikan suhu global hingga perubahan cuaca yang ekstrem. Lantas, bagaimana cara mengatasi pemanasan global sesuai kesepakatan dunia internasional?
Mengutip laman ppid.menlhk.go.id, pada tahun 2016 di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menandatangani Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim pada Upacara Tingkat Tinggi Penandatanganan Perjanjian Paris atau high-level Signature Ceremony for the Paris Agreement.
Perjanjian ini adalah kesepakatan global yang monumental untuk menghadapi perubahan iklim. Kesepakatan ini akan berlaku apabila ditetapkan ratifikasi oleh sekitar 55 negara yang menyumbangkan setidaknya 55% emisi gas rumah kaca.
Bagaimana Cara Mengatasi Pemanasan Global Sesuai Kesepakatan Dunia Internasional? Ini Penjelasannya
Dengan sejumlah kesepakatan internasional ini, maka telah disepakati untuk mengatasi pemanasan global. Beruntung sekali, Indonesia dapat bergabung menjadi salah satu dari 55 negara pertama yang melakukan ratifikasi.
Seluruh negara yang tergabung berkomitmen untuk menahan kenaikan suhu global di bawah 2 derajat Celsius di atas level pra-industri.
Namun, mencapai tujuan ini memerlukan tindakan nyata dari setiap negara dan pemangku kepentingan untuk mewujudkan bagaimana cara mengatasi pemanasan global sesuai kesepakatan dunia internasional. Seperti apa?
1. Menghemat Listrik
Menghemat listrik adalah langkah penting dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Siapapun dapat melakukan hal ini dengan mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan dan menggunakan lampu hemat energi.
2. Mengurangi Penggunaan Plastik
Plastik merupakan salah satu penyumbang besar terhadap polusi lingkungan. Dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memilih alternatif ramah lingkungan, semua rang dapat membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
3. Edukasi dan Kesadaran Lingkungan
Dengan melakukan beberapa tindakan seperti di bawah ini.
Mendorong Transportasi Ramah Lingkungan
Menggunakan transportasi publik, bersepeda, atau berjalan kaki adalah cara yang lebih ramah lingkungan daripada menggunakan kendaraan pribadi.
Menanam Pohon
Pohon memiliki peran besar dalam menyerap karbon dioksida dari udara.
Mendorong Kebijakan Lingkungan
Melalui advokasi dan pengaruh mereka sebagai warga negara, pelajar dapat mendorong pemerintah dan lembaga lainnya untuk mengimplementasikan kebijakan lingkungan yang lebih ketat dan berkelanjutan.
4. Mendorong Penggunaan Energi Terbarukan
Menggunakan sumber energi terbarukan, seperti matahari, angin, dan air, dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Pelajar dapat mempelajari lebih lanjut tentang energi terbarukan dan mendorong penggunaannya di sekolah dan komunitas mereka.
Setelah mendapat gambaran bagaimana cara mengatasi pemanasan global sesuai kesepakatan dunia internasional maka siapapun dapat. turut mendukung kebijakan yang ramah lingkungan. Tentunya pemahaman ini dapat menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan dan lestari bagi semua makhluk hidup di Bumi. (VAN)
Baca juga: Apakah Nitrogen Termasuk Gas Rumah Kaca? Ini Penjelasannya
