Konten dari Pengguna

Bagaimana Cara Perusahaan Asuransi Meningkatkan Transparansi?

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk bagaimana Perusahaan Asuransi Dapat Meningkatkan Transparansi agar Nasabah Tidak Salah Paham. Sumber: pexels.com/RDNE Stock Project
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk bagaimana Perusahaan Asuransi Dapat Meningkatkan Transparansi agar Nasabah Tidak Salah Paham. Sumber: pexels.com/RDNE Stock Project

Bagaimana perusahaan asuransi dapat meningkatkan transparansi agar nasabah tidak salah paham? Transparansi perlu dilakukan agar nasabah terhindar dari kesalahpahaman. Selain itu, transparansi memberikan kejelasan informasi kepada nasabah asuransi.

Untuk meningkatkan transparansi dan kejelasan informasi, terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan perusahaan asuransi. Dengan transparansi yang jelas, kepercayaan nasabah pada perusahaan akan semakin meningkat.

Bagaimana Perusahaan Asuransi Dapat Meningkatkan Transparansi agar Nasabah Tidak Salah Paham? Ini 4 Caranya

Ilustrasi untuk bagaimana Perusahaan Asuransi Dapat Meningkatkan Transparansi agar Nasabah Tidak Salah Paham. Sumber: pexels.com/Antoni Shkraba Studio

Dalam laporan keuangan, transparansi dapat diartikan sebagai penyediaan informasi yang lengkap sebagai acuan bagi nasabah untuk mengambil keputusan keuangan. Selain disajikan secara lengkap, pelaporan keuangan juga harus dibuat secara runtut dan mudah dipahami.

Dalam menjaga dan meningkatkan transparansi, perusahaan asuransi dapat menerapkan berbagai kebijakan terkait transparansi dan keterbukaan informasi. Selain untuk nasabah, transparansi juga dapat menambah kepercayaan investor dan pemangku kepentingan pada perusahaan.

Bagaimana perusahaan asuransi dapat meningkatkan transparansi agar nasabah tidak salah paham? Berikut ini beberapa kebijakan sebagai cara untuk meningkatkan transparansi perusahaan asuransi menurut buku Etika Akuntansi: Implementasi dan Prinsip Akuntan Profesional oleh Devia L.G., Carmen Angela C.A., dkk. (2024).

1. Pengungkapan Informasi dengan Kejujuran

Perusahaan harus mengungkapkan informasi yang relevan pada nasabah secara jujur, baik dalam laporan keuangan maupun sarana komunikasi lainnya. Informasi dalam laporan yang disampaikan harus dibuat lengkap dan dapat dipahami nasabah.

2. Pemberian Laporan Berkala untuk Nasabah dengan Tepat Waktu

Perusahaan asuransi harus memberikan laporan keuangan berkala yang disajikan tepat waktu sesuai peraturan yang berlaku. Tujuannya adalah menghindari penundaan dalam pelaporan yang menimbulkan ketidakpastian di antara nasabah.

Pemberian laporan berkala juga dilandasi oleh Peraturan OJK Nomor 22 Tahun 2024 tentang Laporan Berkala Perusahaan Perasuransian. Menurut situs ojk.go.id, salah satu pokok pengaturan POJK ini adalah perusahaan perasuransian wajib menyusun dan menyampaikan laporan berkala secara lengkap, akurat, dan tepat waktu.

Laporan berkala itu terdiri dari laporan bulanan, tahunan, laporan publikasi, dan laporan lainnya.

3. Keterbukaan Informasi

Perusahaan perasuransian harus menerapkan kebijakan keterbukaan informasi supaya nasabah, investor, dan pemangku kepentingan dapat mengakses informasi dengan mudah. Salah satu caranya adalah dengan menyajikan informasi pada website resmi yang diperbarui dengan informasi terbaru secara berkala.

4. Komunikasi yang Jelas dan Terbuka

Perusahaan asuransi harus menyediakan penjelasan yang jelas terkait pengelolaan dana asuransi. Selain, itu nasabah harus diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai pengelolaan dana dan perusahaan harus memberikan jawaban yang jelas dan mudah dipahami nasabah.

Bagaimana perusahaan asuransi dapat meningkatkan transparansi agar nasabah tidak salah paham? Caranya adalah dengan meningkatkan transparansi, keterbukaan informasi, dan pemberian laporan berkala yang jelas. Dengan kebijakan ini, diharapkan nasabah dapat terhindar dari kesalahpahaman dna ketidakpastian. (IND)

Baca juga: Karakteristik Perusahaan yang Menggunakan Metode Harga Pokok Pesanan