Konten dari Pengguna

Bagaimana Guru Mengaitkan Nilai Nasional dan Universal dengan Konteks Sekolah?

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bagaimana bapak/ibu mengaitkan nilai nasional dan universal dengan konteks sekolah. Sumber: Pexels/Tima Miroshnichenko
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bagaimana bapak/ibu mengaitkan nilai nasional dan universal dengan konteks sekolah. Sumber: Pexels/Tima Miroshnichenko

Di era globalisasi saat ini, menanamkan nilai nasional dan universal pada generasi penerus bangsa sejak dini sangatlah penting, contohnya di sekolah. Dengan begitu, bagaimana bapak/ibu mengaitkan nilai nasional dan universal dengan konteks sekolah?

Nilai nasional dan nilai universal merupakan dua nilai yang saling melengkapi. Nilai nasional membantu menjaga identitas dan karakter bangsa, sementara nilai universal mendorong persatuan dan kerja sama secara global.

Bagaimana Bapak/Ibu Mengaitkan Nilai nasional dan Universal dengan Konteks Sekolah? Ini Caranya

Ilustrasi bagaimana bapak/ibu mengaitkan nilai nasional dan universal dengan konteks sekolah. Sumber: Pexels/Iqwan Alif

Nilai nasional adalah nilai yang khas, yang mencerminkan identitas, sejarah, dan budaya suatu bangsa. Contoh nilai nasional Indonesia adalah Pancasila, yang menjadi dasar negara dan ideologi. Nilai nasional dapat menjadi perwujudan dari nilai universal.

Nilai universal dalah nilai yang berlaku bagi seluruh manusia, tidak terbatas pada suatu bangsa atau budaya tertentu. Nilai universal sering kali berkaitan dengan etika dan moralitas, conthnya seperti keadilan, kemanusiaan, dan toleransi.

Dikutip dalam buku Patriotisme Modern: Menghidupkan Kembali Jiwa Kebangsaan oleh Sulton Fikri (2021:49) nilai nasional dan nilai universal memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta membangun rasa kebanggaan dan cinta tanah air.

Oleh karena itu, nilai nasional dan nilai universal harus diperkenalkan dan diterapkan kepada penerus bangsa sedini mungkin. Penerapan nilai tersebut bisa melalui sekolah sebagai tempat generasi bangsa belajar.

Bagaimana bapak/ibu mengaitkan nilai nasional dan universal dengan konteks sekolah? Untuk mengaitkannya guru bisa menggunakan berbagai cara seperti integrasi kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, dan pembinaan karakter. Berikut informasi lengkapnya.

1. Integrasi dalam Kurikulum

Pendekatan pengembangan kurikulum yang memadukan berbagai mata pelajaran dan disiplin ilmu bisa untuk mengaitkan nilai nasional dan universal yaitu melalui:

  • Mata pelajaran: Melalui PPKn guru bisa mengintegrasikan nilai-nilai nasional seperti Pancasila. Bisa juga melalui mata pelajaran sejarah untuk menerapkan nilai universal seperti siswa bisa belajar tentang keberagaman budaya dan sejarah bangsa.

  • Pembelajaran yang aktif: Kurikulum juga harus mendorong pembelajaran yang aktif dan kreatif. Siswa diajak untuk berdiskusi, melakukan penelitian, dan melakukan proyek yang relevan dengan nilai-nilai yang ingin ditanamkan.

2. Kegiatan Ekstrakurikuler:

Kegiatan non pelajaran yang dilaksanakan di luar jam pelajaran formal juga bisa digunakan sebagai cara mengaitkan nilai nasional dan universal yaitu melalui:

  • Pramuka: Guru bisa menanamkan nilai-nilai nasional kepada siswa seperti kedisiplinan, kerjasama, kepemimpinan dan juga belajar tentang sejarah dan budaya bangsa.

  • Keagamaan: Keagamaan seperti saalat berjamaah atau kegiatan dakwah bisa membantu siswa dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan dan meningkatkan religiusitas.

  • Seni dan Olahraga: Seni dan olahraga bisa menjadi wadah untuk menanamkan nilai-nilai universal seperti kerjasama, toleransi, dan sportivitas.

3. Pembinaan Karakter

Melalui pembinaan karakter, pembentukan dan pengembangan nilai-nilai moral, etika, dan kepribadian yang positif dalam diri individu sebagai bentuk nilai universal bisa dilakukan. Adapun caranya yaitu:

  • Guru dan Staf Sekolah: Guru dan staf sekolah berperan sebagai model dalam menanamkan nilai-nilai karakter dan contoh teladan bagi siswa dalam hal perilaku, sikap, dan tindakan.

  • Pembiasaan: Pembinaan di sekolah bisa berupa mengucapkan salam kepada guru dan teman, menjaga kebersihan lingkungan, atau membantu teman yang kesulitan.

  • Kegiatan sehari-hari: Sekolah bisa digunakan sebagai tempat untuk mengadakan kegiatan sehari-hari yang bisa menanamkan nilai-nilai karakter, seperti kegiatan bakti sosial, kegiatan penggalangan dana, atau kegiatan donor darah.

Itulah penjelasan bagaimana bapak/ibu mengaitkan nilai nasional dan universal dengan konteks sekolah. Dengan adanya pengaitan kedua nilai tersebut, diharapkan bisa menciptakan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki rasa cinta tanah air. (MRZ)

Baca juga: Makna Sila-Sila Pancasila dan Penerapan Nilai-Nilainya dalam Kehidupan