Bagaimana Ketentuan Lam Jalalah yang Dibaca Tarqiq? Ini Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hukum bacaan lam pada lafaz jalalah tarqiq patut untuk dipahami. Hal ini ditujukan agar setiap muslim dapat mengetahui cara melafalkan bacaan ayat Al-Qur'an dengan baik. Lantas, bagaimana ketentuan lam jalalah yang dibaca tarqiq?
Hukum lam jalalah merupakan salah satu dasar dalam ilmu tajwid. Kaidah tersebut penting untuk dipelajari untuk meningkatkan kemampuan dan kefasihan dalam membaca kitab suci.
Bagaimana Ketentuan Lam Jalalah yang Dibaca Tarqiq? Ini Jawabannya
Berdasarkan buku Ilmu Tajwid, Tombak Alam, (2024: 1), tajwid adalah ilmu pengetahuan tentang tata cara membaca Al-Qur'an. Ilmu ini mengajarkan setiap muslim agar dapat melafalkan ayat dengan tertib sesuai makhrajnya.
Berdasarkan pengelompokannya, hukum tajwid meliputi berbagai aturan pelafalan. Setiap bacaan memiliki cara pengucapan yang berlainan. Seperti halnya kaidah bacaan lam jalalah tarqiq.
Dengan ini, bagaimana ketentuan lam jalalah yang dibaca tarqiq? Yaitu berlaku apabila terdapat lafaz lam jalalah (اللَّهِ) didahului harakat kasrah ( ِ- ). Maka, cara membacanya tipis dengan posisi lidah ke langit-langit mulut tanpa penekanan yang kuat. Dengan begitu, bunyi yang dihasilkan akan cenderung rendah.
Dalam Al-Qur'an dapat ditemui ayat yang memuat hukum lam jalalah. Untuk lebih mendalaminya, berikut ini merupakan contoh bacaan lam jalalah tarqiq yang dapat disimak lebih lanjut.
1. Surah Al Fatihah Ayat 1
بِسْمِ ٱللَّهِ
Keterangan:
Lam jalalah (اللَّهِ) jatuh setelah mim (مِ) berharakat kasrah sehingga dapat dibaca tarqiq.
2. Surah Ali Imran Ayat 26
قُلِ اللَّهُمَّ
Keterangan:
Lam Jalalah (اللَّهِ) berada setelah huruf lam harakat kasrah (لِ) dan dibaca tipis.
3. Surah Ali Imran Ayat 145
إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ
Keterangan:
Lam jalalah (اللَّهِ) terletak setelah huruf nun harakat kasrah (نِ). Maka, ketentuan pelafalannya yaitu tarqiq.
4. Surah Al Hadid Ayat 16
لِذِكْرِ اللهِ
Keterangan:
Ayat di atas dibaca tipis karena terdapat huruf ra (رِ) berharakat kasrah yang mendahului lam jalalah (اللَّهِ).
Itulah penjelasan mengenai bagaimana ketentuan lam jalalah yang dibaca tarqiq. Informasi ini dapat dipahami untuk meningkatkan pendalaman dan penguasaan umat muslim terkait kaidah ilmu tajwid dalam Al-Qur’an. Semoga bermanfaat! (Riyana)
Baca Juga: 5 Contoh Hukum Bacaan Ra yang Dibaca Tafkhim dalam Ilmu Tajwid
