Bagaimana Komponen Biotik dan Abiotik Saling Mempengaruhi dalam Ekosistem?

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ekosistem, selalu terjadi hubungan yang berkesinambungan antara komponen biotik (makhluk hidup) dan komponen abiotik (suhu, kelembaban, sinar matahari, pH, dan lain-lain). Bagaimana komponen biotik dan abiotik saling mempengaruhi dalam sebuah ekosistem sangat ditentukan oleh kondisi abiotiknya.
Hal yang termasuk komponen abiotik misalnya kelembaban. Contoh pengaruhnya seperti pada area yang lembab, makhluk hidup yang bisa berkembang adalah organisme seperti lumut dan jamur.
Bagaimana Komponen Biotik dan Abiotik Saling Mempengaruhi dalam Sebuah Ekosistem? Ini Penjelasannya!
Bagaimana komponen biotik dan abiotik saling mempengaruhi dalam sebuah ekosistem? Sebelum mengetahuinya lebih lanjut, perlu diketahui pengertian komponen biotik dan abiotik yang menyusun sebuah ekosistem dalam lingkungan terlebih dahulu.
Dikutip dari Buku Ajar Ilmu Alamiah Dasar oleh Rahmatiyah Rahmatiyah, dkk. (2024: 66–67), komponen ekosistem adalah bagian penyusun ekosistem yang dibagi menjadi dua jenis, yaitu komponen hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik).
Komponen biotik dalam ekosistem yaitu beragam makhluk hidup yang ada di suatu wilayah. Sedangkan pengertian komponen abiotik adalah komponen tak hidup yang memengaruhi kelangsungan hidup komponen biotik. Contoh komponen abiotik seperti air, udara, kelembaban, suhu, sinar matahari, angin dan sebagainya.
Berikut ini adalah bentuk pengaruh komponen abiotik terhadap komponen biotik dalam ekosistem.
Buaya yang hidup di perairan, naik ke daratan untuk berjemur karena memerlukan suhu hangat dari sinar matahari. Hal ini menggambarkan bahwa komponen abiotik berupa suhu memengaruhi komponen biotik (buaya) yang apabila berada di suhu terlalu dingin, buaya akan merasakan ketidakstabilan dalam tubuhnya.
Distribusi air memengaruhi banyaknya makhluk hidup yang tinggal di sekitarnya. Misalnya kuda nil yang hidup dan berkubang di sungai, area danau yang dijadikan habitat untuk ikan-ikan kecil dan sebagainya.
Kondisi kelembaban dan iklim juga menjadi komponen abiotik yang memengaruhi komponen biotik di sekitarnya. Misalnya unta yang cenderung hidup di tempat panas dan kering seperti gurun pasir dan kaktus yang bisa bertahan hidup di sana karena kebutuhan air organisme tersebut tidak sebanyak organisme lain seperti kangkung misalnya.
Keberadaan sinar matahari akan membuat aneka tumbuhan hijau tumbuh subur, contohnya di Indonesia yang punya banyak sekali kekayaan alam berupa sayuran hijau dan tanaman sumber pangan lainnya. Berbeda dengan negara yang jarang disinari matahari, jumlah tanaman hijaunya tidak akan seberlimpah di daerah yang secara intensif disinari matahari.
Kondisi tanah dan kandungannya juga akan berpengaruh bagi tumbuhan, misalnya butiran tanah, mineral, humus, sirkulasi udara dan air tanah akan memengaruhi jenis tanaman yang mampu hidup di atasnya.
Bagaimana komponen biotik dan abiotik saling mempengaruhi dalam sebuah ekosistem? Contoh skenario yang telah disebutkan di atas sangat menggambarkan betapa makhluk hidup dan komponen abiotik sangat berkaitan erat. (IMA)
Baca juga: Ciri-Ciri Makhluk Hidup: Manusia, Hewan, dan Tumbuhan
