Bagaimana Mengembangkan Aktivitas yang Mengakomodasi Casel dalam Pembelajaran?

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendidikan modern tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga keterampilan. Lantas, bagaimana Anda mengembangkan aktivitas yang mengakomodasi CASEL dalam pembelajaran Anda di kelas bila Anda dihadapkan pada kasus tertentu?
Guru sering dihadapkan dengan berbagai tantangan yang memerlukan pendekatan lebih dari sekadar teoritis. Di sinilah pentingnya keterampilan sosial dan emosional dalam membantu siswa menghadapi persoalan.
Bagaimana Anda Mengembangkan Aktivitas yang Mengakomodasi CASEL dalam Pembelajaran Anda di Kelas Bila Anda Dihadapkan pada Kasus Tertentu?
Menurut buku Asesmen Pembelajaran: Teori dan Praktik karya Rahmi Hayati, dkk. (2025), CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning) adalah kerangka kontemporer yang digunakan secara luas untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional siswa sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Lantas, bagaimana Anda mengembangkan aktivitas yang mengakomodasi CASEL dalam pembelajaran Anda di kelas bila Anda dihadapkan pada kasus tertentu?
Menerapkan pendekatan CASEL berarti memasukkan keterampilan sosial dan emosional dalam kegiatan belajar mengajar. Adapun lima kompetensi inti CASEL:
1. Kesadaran Diri (Self Awareness)
Menulis jurnal reflektif membantu siswa mengenali perasaan, kekuatan, dan kelemahannya. Contohnya setelah menghadapi tugas yang menantang, siswa diajak merefleksikan pelajaran apa yang bisa diambil untuk mendorong perkembangannya.
2. Pengelolaan Diri (Self Management)
Mengajarkan teknik pernapasan dalam atau relaksasi sederhana, membantu siswa mengontrol stres dan dorongan emosi. Siswa bisa tetap tenang dan fokus mengerjakan tugasnya saat kerja kelompok yang menantang.
3. Kesadaran Sosial (Social Awareness)
Diskusi yang menggali sudut pandang dari cerita atau peristiwa sejarah, memperkuat rasa empati dan pemahaman terhadap orang lain. Siswa bisa mendalami karakter fiksi untuk mengenal lebih jauh motivasi serta emosi yang mendasarinya.
4. Keterampilan Relasi (Relationship Skills)
Kegiatan kolaboratif yang membutuhkan kerja sama dan komunikasi sangat berguna dalam membangun hubungan. Siswa bisa mengerjakan proyek presentasi, sekaligus belajar mendengarkan, menyampaikan pendapat, dan menyelesaikan perbedaan.
5. Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab (Responsible Decision Making)
Melibatkan siswa dalam analisis studi kasus, seperti dilema moral, bisa menumbuhkan kemampuan berpikir kritis. Siswa bisa mempertimbangkan dampak dari keputusan yang diambil, berdasarkan nilai dan prinsip yang diyakini.
Secara keseluruhan, menyusun aktivitas yang selaras dengan lima kompetensi CASEL bisa menjadi pendekatan strategis untuk mendukung keberhasilan siswa.
Dengan menciptakan lingkungan belajar inklusif dan berorientasi pada pengembangan karakter, guru berperan penting dalam membentuk pribadi siswa yang tangguh dan berempati.
Bagaimana Anda mengembangkan aktivitas yang mengakomodasi CASEL dalam pembelajaran Anda di kelas bila Anda dihadapkan pada kasus tertentu? Jawabannya, bisa dilakukan menggunakan lima kompetensi inti CASEL. (ALF)
Baca juga: Kompetensi Sosial Emosional Menurut Casel beserta Contohnya
