Bagaimana Metode Dakwah Kiai Sholeh Darat Diadaptasi dalam Pembelajaran Modern?

Ragam Info
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada zaman dahulu hidup seorang ulama bernama Kiai Sholeh Darat yang menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa. Bagaimana metode dakwah Kiai Sholeh Darat dapat diadaptasi dalam pembelajaran modern berbasis sains dan nilai?
Sosok Kiai Sholeh Darat memiliki metode dakwah yang berbeda dengan para ulama kebanyakan. Cara dakwahnya membumi dan edukatif. Oleh karena itu, metodenya dijadikan bahan percontohan untuk pembelajaran modern.
Bagaimana Metode Dakwah Kiai Sholeh Darat Dapat Diadaptasi dalam Pembelajaran Modern Berbasis Sains dan Nilai?
Mengutip dari buku Mengulik Cara Sufi Mendidik: Pendidikan Sufistik Kiai Sholeh Darat oleh Ahmad Umam Aufi (2023:18), kiai Sholeh Darat nerupakan putra seorang pejuang perlawanan, yaitu Kiai Umar.
Kiai Sholeh Darat mewarisi semangat anti kolonialisme dari ayahnya yang termasuk menjadi pasukan perang Jawa bersama pangeran Diponegoro dan para kiai dan santri lainnya menjadi guru pertama kiai Sholeh Darat saat masih bertempat tinggal di daerah Jepara.
Bagaimana metode dakwah Kiai Sholeh Darat dapat diadaptasi dalam pembelajaran modern berbasis sains dan nilai? Sosoknya dikenal sebagai pendidik visioner yang berhasil memadukan nilai-nilai Islam dengan pendekatan edukatif yang membumi. Adapun metode dakwahnya adalah sebagai berikut.
1. Penggunaan Bahasa Lokal
Metode dakwah yang menonjol dari Kiai Sholeh Darat adalah penggunaan bahasa Jawa dalam penulisan kitab-kitab keagamaan sehingga ilmu agama lebih mudah dipahami oleh masyarakat awam. Pendekatan ini relevan untuk diadaptasi dalam sistem pembelajaran modern yang menuntut integrasi antara sains dan nilai-nilai moral.
Dalam konteks pendidikan masa kini, metode ini dapat diadopsi melalui penggunaan bahasa yang komunikatif dan kontekstual dalam pengajaran sains. Misalnya, dalam menjelaskan konsep ilmiah seperti gravitasi atau evolusi, pendidik dapat mengaitkannya dengan nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal, sehingga siswa tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga hikmah di baliknya.
2. Menyambungkan dengan Keilmuan yang Aplikatif
Metode dakwahnya sangat menekankan pentingnya keilmuan yang aplikatif dan dapat menyentuh kehidupan sehari-hari. Hal ini selaras dengan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) modern yang mengedepankan pemecahan masalah nyata.
Guru atau dosen dapat meniru gaya dakwah beliau dengan membuat kurikulum yang menggabungkan konsep ilmiah dengan prinsip-prinsip etika Islam, seperti kejujuran dalam eksperimen, tanggung jawab dalam penggunaan teknologi, dan keadilan dalam penerapan ilmu pengetahuan.
3. Inklusif dan Humanis
Metode dakwah yang diusung begitu inklusif dan humanis sehingga mampu menciptakan kondisi belajar yang toleran dan dialogis. Dalam era digital ini, hal tersebut dapat diwujudkan melalui platform pembelajaran daring yang interaktif, disertai konten edukatif yang menggugah kesadaran moral dan spiritual.
Dengan demikian, warisan metode dakwah Kiai Sholeh Darat bukan hanya relevan dalam konteks keagamaan, tetapi juga sangat potensial untuk memperkaya pembelajaran modern yang berbasis sains dan nilai.
Bagaimana metode dakwah Kiai Sholeh Darat dapat diadaptasi dalam pembelajaran modern berbasis sains dan nilai? Metodenya ada tiga seperti yang disebutkan di atas, dengan mengadaptasi pendekatan itu maka potensi untuk melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual dan moral akan semakin besar. (IMA)
Baca juga: Contoh Dakwah Singkat Berbagai Topik yang Menarik
