Konten dari Pengguna

Bagaimana Peningkatan Kinerja Guru dan Rencana Perbaikan Perkelanjutannya?

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bagaimana peningkatan kinerja yang telah ditunjukkan oleh guru dan rencana perbaikan berkelanjutannya. Sumber: unsplash.com/HusniatiSalma.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bagaimana peningkatan kinerja yang telah ditunjukkan oleh guru dan rencana perbaikan berkelanjutannya. Sumber: unsplash.com/HusniatiSalma.

Bagaimana peningkatan kinerja yang telah ditunjukkan oleh guru dan rencana perbaikan berkelanjutannya? Pertanyaan tersebut penting karena menjadi dasar bagi para guru untuk melakukan refleksi.

Refleksi dilakukan guru untuk mengevaluasi kinerja yang telah dilakukan dan menyusun rencana berikutnya berdasarkan hasil evaluasi tersebut. Hasil refleksi akan berdampak besar bagi kualitas guru dan kemajuan siswa.

Bagaimana Peningkatan Kinerja yang Telah Ditunjukkan oleh Guru dan Rencana Perbaikan Berkelanjutannya?

Ilustrasi bagaimana peningkatan kinerja yang telah ditunjukkan oleh guru dan rencana perbaikan berkelanjutannya. Sumber: unsplash.com/FerzaHerlambang.

Dikutip dari Panduan Pembelajaran dan Asesmen: Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah, Yogi Anggraena dan Kawan-kawan (2022:65), pendidik perlu melakukan refleksi terhadap perencanaan serta pelaksanaan pembelajaran dan asesmen.

Untuk menilai bagaimana peningkatan kinerja yang telah ditunjukkan oleh guru dan rencana perbaikan berkelanjutannya, ada 4 refleksi jenis refleksi yang bisa dilakukan, yaitu sebagai berikut.

1. Refleksi pada Diri Sendiri

Refleksi terhadap rencana dan pelaksanaan pembelajaran serta asesmen umumnya dilakukan satu kali dalam satu semester.

Refleksi pada diri sendiri dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

  1. Apa tujuan saya mengajar semester atau tahun ini?

  2. Apa yang saya sukai dari proses belajar mengajar pada semester atau tahun ini?

  3. Aspek apa yang berhasil?

  4. Aspek apa yang perlu peningkatan?

  5. Aspek apa yang perlu saya lakukan tahun ini untuk hasil yang lebih baik tahun depan?

  6. Apa tantangan terbesar saya pada semester atau tahun ini?

  7. Bagaimana saya mengatasi tantangan-tantangan tersebut?

2. Refleksi oleh Sesama Pendidik

Refleksi semacam ini dilakukan untuk membangun budaya saling belajar, kerja sama dan saling mendukung. Refleksi ini juga dilakukan sekali dalam satu semester.

Hal-hal yang dapat dilakukan adalah:

  1. Berdiskusi tentang proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.

  2. Mengamati proses pelaksanaan pembelajaran.

  3. Melakukan refleksi terhadap proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.

3. Refleksi oleh Kepala Sekolah

Tujuan refleksi oleh kepala sekolah adalah:

  1. Membangun budaya reflektif.

  2. Memberi umpan balik yang konstruktif.

Dalam melakukan refleksi, kepala sekolah memfasilitasi diskusi tentang perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Sedangkan dalam refleksi dengan pengawas sekolah, kunjungan ke sekolah ditujukan untuk membuka diskusi dialogis yang nonjudgemental.

4. Refleksi oleh Peserta Didik

Penilaian oleh peserta didik atau siswa bertujuan untuk:

  1. Membangun kemandirian dan tanggung jawab dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.

  2. Membangun budaya transparansi, objektivitas, saling menghargai dan mengapresiasi.

  3. Membangun suasana pembelajaran yang partisipatif.

  4. Melatih peserta didik untuk berpikir kritis.

Bagaimana peningkatan kinerja yang telah ditunjukkan oleh guru dan rencana perbaikan berkelanjutannya? Peningkatan kinerja dan rencana perbaikannya akan berlangsung konstruktif jika refleksi yang dijalankan membuahkan hasil yang mendukung keduanya. (lus)

Baca juga: 3 Contoh Pesan Wali Kelas di Raport untuk Referensi