Bagaimana Perkembangan Teknologi Ruang Angkasa Indonesia? Inilah Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana perkembangan teknologi ruang angkasa Indonesia? Perkembangan teknologi ruang angkasa sering dijadikan ukuran kemajuan teknologi suatu bangsa.
Penguasaan terhadap ruang angkasa memiliki berperan menentukan posisi tawar suatu bangsa karena mempercepat perkembangan teknologi informsi. Negara yang menguasai teknologi informasi akan menguasai dunia.
Bagaimana Perkembangan Teknologi Ruang Angkasa Indonesia? Ini Jawabannya
Dikutip dari Hukum Ruang Angkasa, Atip Latipulhayat (2024:15), pengertian ruang angkasa adalah ruang yang terletak di atas ruang udara.
Ketinggian ruang udara sulit diukur, maka pemanfaatannya diatur dalam perjanjian-perjanjian. Aturan tersebut penting karena sudah banyak negara yang melakukan aktivitas di ruang angkasa, termasuk Indonesia.
Bagaimana perkembangan teknologi ruang angkasa Indonesia saat ini?
Perkembangan teknologi Indonesia cukup baik karena sudah banyak mengorbitkan satelit dan tengah bersiap untuk mengorbitkan satelit buatan sendiri.
Berikut adalah kronologi peluncuran satelit untuk mengetahui perkembangan teknologi ruang angkasa Indonesia selengkapnya.
1963: Pendirian Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
1976: Indonesia berhasil meluncurkan Sistem Komunikasi Satelit Domestik Palapa (SKSD Palapa) atau Palapa A1 dan menjadi negara ketiga didunia yang menggunakan satelit komunikasi setelah Amerika Serikat dan Kanada.
1977: Palapa A2 milik Perumtel.
1983: Palapa B2 milik Perumtel.
1986: Prof. Dr. Pratiwi Sudarmono terpilih menjadi astronaut Indonesia pertama namun gagal berangkat akibat kecelakaan pesawat sebelumnya, yaitu Challenger.
1987: Palapa B2P milik Telkom Satelindo.
1990: Palapa B3R milik Telkom.
1992: Palapa B4 milik Telkom.
1996: Palapa C1 milik Satelindo.
1996: Palapa C2 milik Satelindo Indosat.
1997: Indostar I (Cakrawarta I) milik MNC Sky Vision.
1999: Telkom-1 milik Telkom.
2000: Garuda-1 milik Asia Cellular Satellite (ACeS).
2005: Telkom-2 milik Telkom.
2006: INASAT-1, satelit pertama buatan Indonesia.
2007: LAPAN-TUBSAT, satelit mikro pertama Indonesia.
2009: Indostar II (Cakrawarta II) milik MNC Sky Vision.
2009: Palapa D milik Indosat.
2010: Satelit komunikasi dan pengindraan jauh LAPAN A1 diluncurkan bekerja sama dengan Jerman.
2012: Lippostar-1 milik Lippo Satellite.
2012: LAPAN A2/Orari yang merupakan satelit mikro kedua Indonesia berhasil diciptakan.
2015: LAPAN A2/Orari diluncurkan.
2016: Brisat milik Bank BRI.
2016: LAPAN bekerja sama dengan IPB meluncurkan LAPAN A3.
2017: Telkom-3S milik Telkom.
2018: Telkom-4 (Merah Putih) milik Telkom.
2019: Nusantara Satu milik PT Pasifik Satelit Nusantara.
2022: SS-1, satelit nano buatan Indonesia, milik Surya University.
2023: SATRIA-1, milik PT Satelit Nusantara Tiga.
2024: Merah Putih 2 milik Telkomsat.
Akhir 2024 atau awal 2025: NEO-1 buatan BRIN.
Bagaimana perkembangan teknologi ruang angkasa Indonesia? Indonesia memulainya dengan sangat mengesankan. Meski dalam perkembangannya sempat mengalami perlambatan, Indonesia akan segera mengejarnya kembali. (lus)
Baca juga: Mengenal Satelit Buatan beserta Contoh-contohnya
