Konten dari Pengguna

Bagaimana Sikap Kelompok yang Bersikap Rejeksionis terhadap Globalisasi?

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bagaimana Sikap Kelompok yang Bersikap Rejeksionis terhadap Globalisasi. Sumber: unsplash.com/ Danie Franco
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bagaimana Sikap Kelompok yang Bersikap Rejeksionis terhadap Globalisasi. Sumber: unsplash.com/ Danie Franco

Globalisasi merupakan proses masuknya pengaruh asing ke dalam suatu daerah. Ada beberapa kelompok orang yang kontra terhadap hal tersebut dan disebut dengan rejeksionis. Lantas, bagaimana sikap kelompok yang bersikap rejeksionis terhadap globalisasi?

Tentunya kaum rejeksionis itu bersikap menolak globalisasi. Setiap budaya asing dan perubahan yang terjadi akan selalu mendapatkan penolakan dari kelompok rejeksionis. Sikap penolakan dapat dilakukan secara halus maupun kasar.

Bagaimana Sikap Kelompok yang Bersikap Rejeksionis terhadap Globalisasi? Ini Jawabannya

Ilustrasi Bagaimana Sikap Kelompok yang Bersikap Rejeksionis terhadap Globalisasi. Sumber: unsplash.com/ Jakayla Toney

Bagaimana sikap kelompok yang bersikap rejeksionis terhadap globalisasi? Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa kaum rejeksionis akan menolaknya.

Hal tersebut berkaitan dengan pengertian rejeksionis itu sendiri yang menurut buku Pemikiran dan Perilaku Politik Kiai Haji Ahmad Dahlan oleh Ahmad Faizin Karimi (hal. 18), rejeksionis artinya menolak.

Adapun sikap kelompok rejeksionis jika dihadapkan pada globalisasi adalah sebagai berikut.

  1. Menolak mentah-mentah pemikiran yang berkaitan dengan dampak positif globalisasi melalui upaya mempertahankan pendapatnya pribadi.

  2. Bersikap fanatik terhadap kebudayaan sendiri, menganggap bahwa kebudayaan, pemikiran dan apa yang sudah menjadi tradisinya adalah yang terbaik.

  3. Menolak segala unsur budaya, kebiasaan dan teknologi asing yang dianggap tidak sesuai dengan kepribadian kaumnya.

  4. Menganggap kebudayaan asing dari daerah lain lebih rendah dan menonjolkan superioritasnya dengan mengagungkan kebudayaan sendiri.

  5. Mempertahankan nilai-nilai tradisional agar tidak dicemari oleh nilai selain dari daerahnya sendiri.

  6. Menolak penggunaan produk asing dan lebih memilih menggunakan produk buatan sendiri meskipun kualitasnya tidak lebih baik.

  7. Tidak peduli terhadap perkembangan zaman dan memilih untuk tetap hidup dalam peradabannya sendiri tanpa menghiraukan adanya hal lain di luar sana.

Masyarakat yang rejeksionis lebih kolot dan skeptis dalam menjalani hidup di dunia yang semakin berkembang ini. Meskipun sikap rejeksionis memiliki arti yang negatif, tetapi sikap tersebut juga memiliki sisi positif bagi kebudayaan daerah.

Misalnya, masyarakat tidak mudah terkena pengaruh buruk dari budaya asing dan budaya lokal akan tetap terjaga orisinalitasnya.

Beberapa hal di atas menunjukkan bagaimana sikap kelompok yang bersikap rejeksionis terhadap globalisasi. Pada dasarnya kaum tersebut tidak terbuka terhadap budaya baru dan perubahan zaman. (IMA)

Baca juga: 5 Dampak Negatif dari Globalisasi dalam Ranah Budaya