Bagaimanakah Karakteristik Sel Telur pada Wanita? Inilah Penjelasannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimanakah karakteristik sel telur pada wanita? Pengetahuan tentang sel telur merupakan bahan edukasi yang wajib diketahui oleh semua wanita. Di sekolah, sel telur dipelajari dalam ilmu biologi.
Sel telur penting untuk diketahui karena merupakan organ penting dalam sistem reproduksi. Pengetahuan tersebut tidak hanya bermanfaat untuk proses reproduksi saja, melainkan juga untuk kesehatan wanita secara keseluruhan.
Bagaimanakah Karakteristik Sel Telur pada Wanita? Ini Jawabannya
Dikutip dari Biology for Junior High School Year IX (Bilingual), Suyitno Aloysius dan Sukirman (2008:24), sistem reproduksi wanita terdiri dari indung telur (ovarium), saluran telur (tuba fallopi), rahim (uterus) dan vagina.
Sel telur (ovum) bersama dengan hormon perempuan dihasilkan oleh indung telur. Proses pembentukan sel telur (oogenesis) terjadi secara bertahap dan periodik, yaitu sebulan sekali. Sedangkan peristiwa keluarnya sel telur yang telah matang disebut ovulasi.
Ketika sampai pada rahim, yang merupakan tempat tumbuhnya embrio hingga janin, sel telur akan terus mengalampi proses pematangan. Jika tidak terjadi pembuahan maka sel telur akan luruh menjadi peristiwa yang disebut menstruasi.
Jika tidak terjadi menstruasi padahal tidak sedang hamil maka harus memeriksakan diri ke dokter. Untuk itu, wanita harus memahami bagaimanakah karakteristik sel telur secara menyeluruh, yaitu sebagai berikut:
Ukuran: 0,1 milimeter, yang merupakan sel paling besar dalam tubuh manusia. Sebagai catatan, ukuran sperma adalah 0,05 milimeter.
Bentuk: bundar.
Bakal sel telur: disebut sel telur immature atau sel telur primer.
Pelindung sel telur: geminal ephithelium.
Jumlah berdasarkan usia: saat lahir = 750.000, 6-15 tahun = 439.000, 16-25 tahun = 159.000, 26-35 tahun = 59.000, 35-45 = tahun 34.000 dan akan mati semua ketika menopouse.
Jumlah sel yang digunakan per ovulasi: 500.
Tempat pembentukan: indung telur atau ovarium.
Proses pembentukan sel telur: oogenesis.
Proses pengeluaran sel telur: ovulasi.
Pembelahan: satu oosit membentuk satu sel telur.
Lapisan: inti atau nukleus yang mengandung materi genetik dan plasma yang mengelilingi nukleus sebagai sumber makanan bagi sel telur.
Lama pembentukan: sebulan.
Pembahasan tentang bagaimanakah karakteristik sel telur di atas menunjukkan masa-masa reproduksi terbaik. Meski karakter tersebut menunjukkan bahwa jumlahnya maksimal di usia muda, namun hamil di usia terlalu muda berrisiko tinggi sehingga tidak dianjurkan. (lus)
Baca juga: Mengenal Fungsi Organ Reproduksi Wanita
