Konten dari Pengguna

Bunyi Hukum Faraday beserta Rumusnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gambar bunyi hukum faraday. Sumber foto: pixabay/MasterTux
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gambar bunyi hukum faraday. Sumber foto: pixabay/MasterTux

Dalam pelajaran kimia hukum Faraday digunakan untuk menyatakan hubungan kuantitatif antara jumlah arus listrik dengan banyaknya massa zat pada proses elektrolisis. Adapun bunyi hukum Faraday terbagi menjadi dua yaitu hukum Faraday 1 dan 2.

Selain dipakai sebagai bahan ajar di sekolah, penerapan hukum Faraday juga dapat ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan. Seperti pada tahap pembuatan gas, pemurnian logam, dan penyepuhan. Oleh karena itu, konsep dasar hukum Faraday menjadi penting untuk dipahami lebih lanjut.

Bunyi Hukum Faraday beserta Rumusnya

Ilustrasi gambar bunyi hukum faraday. Sumber foto: pixabay/ chenspec

Mengutip dari buku Belajar Kimia Secara Menarik SMA/MA Kls XII (Diknas), Das Salirawati, dkk, (2007: 65), berikut ini merupakan penjelasan tentang rumus dan bunyi hukum faraday yang perlu diketahui.

Bunyi Hukum Faraday 1

Jumlah zat yang dihasilkan pada elektroda sebanding dengan jumlah arus listrik yang mengalir selama elektrolisis.

Hukum ini dapat dinyatakan dalam bentuk rumus:

G=Q atau G=i.t

Keterangan:

G = massa hasil elektrolisis (gram)

Q = i.t

Q adalah jumlah muatan listrik dalam sel merupakan hasil kali antara (i) kuat arus dan (t) waktu elektrolisis.

Bunyi Hukum Faraday 2

Bila sejumlah arus listrik tertentu dialirkan melalui beberapa larutan elektrolit, maka jumlah zat yang terjadi sebanding dengan massa ekivalennya.

Hukum faraday 2 dapat dituliskan dalam bentuk rumus:

G = ME atau G =Ar/ x

Keterangan:

ME = massa ekivalen

x = jumlah elektron yang diterima atau dilepas

Sehingga apabila hukum faraday 1 dan hukum faraday 2 digabungkan, maka dari persamaan tersebut dapat diperoleh rumus

G = k.i.t.ME

k= faktor pembanding.

Selanjutnya, karena k tetapan telah diketahui nilainya yaitu 1/ 96.500, maka rumus dapat dinyatakan sebagai berikut.

G= (Ar/x) x (i.t/96.500)

Keterangan:

G= massa elektrolisis (gram)

Ar= massa atom relatif

x= jumlah elektron yang dilepas atau diterima

i= arus listrik (ampere)

t= waktu (s)

Contoh Soal Hukum Faraday

Ilustrasi gambar rumus hukum faraday. Sumber foto: pixabay/ jdn2001cn0

Agar semakin memahami tentang konsep hukum Faraday, berikut ini adalah contoh soal penerapan rumus hukum Faraday dan pembahasannya sebagai referensi belajar.

Hitunglah jumlah gram Ca (kalsium) hasil dari elektrolisis CaCl2 dengan elektroda grafit selama 1 jam dan digunakan arus 20 A? (Ar Ca=40).

Jawaban:

Diketahui:

i = 20 A

t = 1 jam = 3.600 sekon

Ar Ca= 40

x= (Ca²⁺) + (2e⁻) — Ca

x= 2

Ditanyakan:

G=?

Dijawab:

ME= Ar Ca/x

ME= 40 gmol⁻¹/ 2

ME= 20 gmol⁻¹

G= (Ar/x) x (i.t/96.500)

G= (20 A) (3600 s)/ 96.500 Cmol⁻¹ x 20 gmol⁻¹

G= 14,922 g

Jadi, jumlah kalsium hasil dari elektrolisis adalah sejumlah 14, 922 gram.

Baca Juga: Bunyi dan Penerapan Hukum Faraday dalam Kehidupan Sehari-hari

Itulah penjelasan mengenai bunyi hukum Faraday lengkap dengan rumusnya. Semoga bermanfaat. (Riyana)