Konten dari Pengguna

Cara Melakukan Pengurangan Vektor dalam Fisika beserta Contoh Soalnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara melakukan pengurangan vektor. Sumber: unsplash.com/ István Jánka
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara melakukan pengurangan vektor. Sumber: unsplash.com/ István Jánka

Belajar vektor dalam mata pelajaran fisika pasti akan menemukan operasi pengurangan. Cara melakukan pengurangan vektor agak berbeda dengan pengurangan biasa.

Hal tersebut disebabkan karena vektor adalah garis yang memiliki arah dan nilai tertentu. Sehingga dibutuhkan gambar berupa garis untuk bisa memahami pengurangan vektor.

Cara Melakukan Pengurangan Vektor

Ilustrasi cara melakukan pengurangan vektor. Sumber: unsplash.com/ Antoine Dautry

Mengutip dari buku Fisika SMA Kelas 1 karya M. Ali Yaz (2007:35), cara melakukan pengurangan vektor sama saja dengan metode penjumlahan vektor. Adapun rumus untuk mengurangi vektor yang perlu dipahami.

A-B=A+(-B)

Rumus tersebut dipakai pada operasi vektor yang memakai notasi AB, yang A dan B nya merupakan dua garis vektor yang berbeda.

Adapun cara lain untuk pengurangan vektor yang juga bisa dilakukan tanpa memakai vektor -B. Caranya yaitu dengan memindahkan vektor sehingga semua titik tangkap vektor bertemu di satu titik. Ujung vektor pengurang bertemu dengan titik ujung vektor yang lain sehingga akan didapatkan vektor resultan.

Melalui dua cara pengurangan vektor di atas akan diperoleh hasil yang sama. Sehingga bisa dipilih salah satu yang dirasa paling mudah.

Baca juga: Pengertian Besaran Vektor dan Konsep Dasarnya

Contoh Soal Pengurangan Vektor

Ilustrasi cara melakukan pengurangan vektor. Sumber: unsplash.com/ Clu Soh

Berikut ini contoh soal pengurangan vektor yang memiliki arah yang sama.

Contoh Soal 1

Terdapat dua garis vektor K dan L yang arahnya sama, yaitu ke arah kanan. Besar vektor K adalah 4 dan vektor L adalah 3 satuan. Tentukan besar dan arah vektor resultan (R) dari:

a) K-L

b) L-K

Pembahasan:

a) Sesuai dengan rumus A-B=A+(-B), maka posisi K sebagai A dan L sebagai B.

R= K + (-L)

Garis vektor -L digambar menuju arah kanan kemudian dipertemukan dengan titik ujung vektor K. Sehingga gabungan kedua garis tersebut merupakan resultan.

R= K+L

R= 4+3= 7 satuan

Sehingga nilai resultan R adalah 7 satuan.

b) Sesuai dengan rumus A-B=A+(-B), maka posisi L sebagai A dan K sebagai B.

R= L + (-K)

Garis vektor -K digambar menuju arah kanan kemudian dipertemukan dengan titik ujung vektor L. Sehingga gabungan kedua garis tersebut merupakan resultan.

R= L+K

R= 3+4= 7 satuan

Sehingga nilai resultan R adalah 7 satuan. Jika garis searah, maka hasilnya akan selalu sama baik pengurang ditaruh di depan ataupun belakang.

Cara melakukan pengurangan vektor bisa memakai rumus di atas. Contoh soal yang dibahas juga akan memudahkan pemahaman terhadap materi tersebut. Hal terpenting yang harus diperhatikan adalah mengetahui arah vektornya karena akan memengaruhi hasil. (IMA)