Konten dari Pengguna

Cara Membandingkan Pecahan dan Contoh Soalnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara membandingkan pecahan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara membandingkan pecahan. Foto: Unsplash

Pada mata pelajaran Matematika, membandingkan pecahan adalah menyamakan penyebutnya atau dengan mengubah menjadi bilangan desimal atau bisa menggunakan garis bilangan pecahan. Dengan mengetahui cara membandingkan pecahan, tentu siswa akan sangat terbantu.

Adanya cara tersebut, dapat mempermudah siswa dalam memperoleh hasil dari pecahan. Tentunya dengan menggunakan cara tersebut, waktu ketika mengerjakan soal pecahan menjadi lebih singkat.

Cara Membandingkan Pecahan dan Contoh Soalnya

Ilustrasi cara membandingkan pecahan. Foto: Unsplash

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan siswa dalam membandingkan pecahan. Mengutip dari buku Cara Cepat & Mudah Taklukkan Matematika SMP, M. Alvianto S.Si (2015:30-32), berikut ini cara membandingkan pecahan beserta contoh soalnya.

1. Membandingkan Pecahan Biasa Berpenyebut Berbeda

Jika ada dua pecahan yang memiliki penyebut berbeda tidak bisa langsung dibandingkan. Berikut ini langkah-langkah yang harus diperhatikan.

  • Kedua Penyebut Disamakan Terlebih Dahulu

Pada saat membandingkan pecahan dengan penyebut berbeda, usahakan untuk menyamakan kedua penyebut tersebut dengan mencari KPK dari keduanya. Setelah itu, penyebut diubah dan pembilang juga harus diubah sehingga pecahan tetap senilai.

  • Membandingkan Pecahan

Setelah mengubah penyebut dan pembilang, dilanjutkan dengan membandingkan kedua pecahan seperti cara membandingkan pecahan dengan penyebut sama.

Contoh soal:

3/5 dibandingkan dengan 6/8

3/5 = 24/40

6/8 = 30/40 (keterangan: KPK dari 5 dan 8 adalah 40)

Karena 24 < 30 maka 3/5 < 6/8.

2. Membandingkan Pecahan Biasa Berpenyebut Sama

Dalam membandingkan pecahan-pecahan dengan penyebut sama, siswa hanya perlu membandingkan pembilangnya. Pembilang yang lebih besar menandakan bilangan pecahan yang lebih besar.

Contoh soal:

9/10 dibandingkan dengan 5/10 dengan cara berikut ini.

Jika penyebut kedua pecahan sama, siswa hanya perlu membandingkan pembilangnya, yaitu 9 dan 5. Karena 9 > 5, maka diperoleh 9/10 > 5/10.

3. Membandingkan Pecahan Biasa dan Desimal

Pecahan biasa dan desimal bisa dibandingkan setelah kedua bentuk pecahan disamakan. Kedua bentuk pecahan tersebut, bisa dijadikan desimal atau pecahan.

Contoh soal:

3/4 dibandingkan dengan 0,80

  • Cara I

Cara pertama ini bisa dilakukan dengan mengubah pecahan ke bentuk desimal. Berikut ini caranya.

3/4 = 75/100 = 0,75

Diperoleh: 0,75 < 0,80 sehingga 3/4 < 0,80.

  • Cara ll

Cara kedua ini bisa dilakukan dengan mengubah keduanya ke pecahan desimal berpenyebut 100. Berikut ini caranya.

0,80 = 80/100 dan 3/4 = 75/100

Berdasarkan hasil tersebut, bisa diperoleh 75/100 < 80/100 atau 3/4 < 80/100.

Baca juga: Syarat-Syarat Garis Sejajar dan Pengertiannya dalam Ilmu Matematika

Itu dia tiga cara membandingkan pecahan yang bisa dicermati dengan baik oleh para siswa. Semoga pembahasan di atas dapat menjadi dasar dalam mempelajari Matematika. (NTA)