Konten dari Pengguna

Cara Membuat Teks Argumentasi Sesuai Ciri-cirinya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara membuat teks argumentasi. Sumber: unsplash.com/EdUs.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara membuat teks argumentasi. Sumber: unsplash.com/EdUs.

Cara membuat teks argumentasi harus sejalan dengan ciri-ciri teks tersebut. Jika tidak, teks argumentasi yang sudah disusun rapi dapat berakhir menjadi teks lain.

Bagian awal dan isi teks argumentasi mirip dengan teks persuasi. Jika tidak memperhatikan ciri-cirinya, bagian akhir teks tersebut dapat mengubah keseluruhan teks menjadi teks persuasi.

Ketahui Cara Membuat Teks Argumentasi

Ilustrasi cara membuat teks argumentasi. Sumber: unsplash.com/OktaviaNingrum.

Dikutip dari Buku Ajar Bahasa Indonesia Jenjang Sekolah Dasar, Panca Dewi Purwati (2023:186), teks argumentasi adalah teks yang berisi argumen atau alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian atau gagasan.

Teks argumentasi dapat digunakan sebagai bahan artikel atau debat. Teks argumentasi mengandung retorika yang dapat memengaruhi orang lain. Karena itu, hindari ajakan pada kesimpulan agar tidak berubah menjadi teks persuasi.

Berikut adalah cara membuat teks argumentasi dalam bahasa Indonesia berdasarkan ciri-cirinya.

1. Ciri-ciri Teks Argumentasi

Ciri-ciri teks argumentasi harus diketahui lebih dahulu agar dapat membuat teks argumentasi yang benar, yaitu:

  1. Teks argumentasi berisi penjelasan tentang gagasan, pendapat atau keyakinan penulis.

  2. Teks argumentasi berisi fakta yang didukung dengan data-data valid berupa angkat, peta, grafik atau gambar.

  3. Teks argumentasi harus didukung oleh teori, referensi, jurnal atau hasil penelitian yang terverifikasi.

  4. Teks argumentasi berisi analisis yang dapat dilakukan dengan membedah, memisahkan atau menggolongkan sehingga menghasilkan rangkuman baru sesuai dengan topiknya.

  5. Teks argumentasi diakhiri dengan kesimpulan yang objektif.

2. Cara Membuat Sebuah Teks Argumentasi

Berikut adalah cara membuat sebuah teks argumentasi:

1. Menentukan Topik

Topik atau tema wajib ditentukan lebih dahulu sebagai patokan penulisan agar pembahasan tidak melebar.

Contoh: pentingnya asupan makanan bergizi bagi balita.

2. Menentukan Tujuan

Tujuan penulisan harus ditentukan agar semua data, sumber dan bukti yang dikumpulkan mengarah ke tujuan tersebut.

Contoh: memberikan kesadaran kepada orang tua agar lebih memerhatikan gizi anak sehingga tidak memberikan asupan makanan yang asal kenyang.

3. Mengumpulkan Data

Data, sumber atau teori harus berhubungan dengan tujuan penulisan.

Contoh: angka stunting balita di Indonesia tahun 2023 adalah 21,5% sehingga hanya turun 0,1% dari tahun sebelumnya.

4. Memilih Pola Pengembangan

Pola pengembangan teks argumentasi, antara lain sebab-akibat, akibat-sebab, analogi dan generalisasi.

Contoh: tingginya angka stunting akibat dari kurangnya pengetahuan akan gizi anak. (akibat-sebab)

5. Melengkapi Paragraf

Jika langkah 1-4 sudah dipenuhi maka penulis dapat menyelesaikan seluruh tulisan dan diakhiri dengan kesimpulan.

Cara membuat teks argumentasi di atas penting untuk diikuti agar tidak melebar atau memakan waktu. Penulis juga harus memerhatikan ciri-cirinya agar tidak berakhir menjadi teks lain. (lus)

Baca juga: Cara Membuat Teks Akademik untuk Referensi civitas Akademika