Konten dari Pengguna

Cara Menentukan Daerah Penolakan dan Penerimaan dalam Uji Hipotesis

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menentukan daerah penolakan. Sumber: pexels.com/Lukas.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menentukan daerah penolakan. Sumber: pexels.com/Lukas.

Cara menentukan daerah penolakan dan penerimaan penting diketahui bagi sedang melakukan penelitian. Dalam penelitian, hipotesis yang telah dirumuskan harus diuji. Peneliti bisa menolak atau menerima hasil uji hipotesis tersebut.

Dalam pengujian tersebut, ada keterlibatan statistik sehingga dibutuhkan parameter tertentu. Namun kesalahan pengambilan keputusan bisa saja terjadi karena dalam ilmu pengetahuan tidak ada kebenaran mutlak.

Cara Menentukan Daerah Penolakan dan Penerimaan

Ilustrasi cara menentukan daerah penolakan. Sumber: pexels.com/Lukas.

Uji hipotesis adalah suatu teknik statistik yang digunakan untuk mengambil kesimpulan atas data yang telah dikumpulkan. Teknik ini digunakan dalam metode penelitian kuantitatif. Hasilnya menjadi dasar untuk menerima atau menolak hipotesis yang telah dirumuskan.

Dikutip dari Analisis Statistik dengan MS 2007 dan SPSS 17, Nawari (2010:132), uji hipotesis dilakukan dengan membandingkan nilai statistik dengan harga parameter. Jika perbedaannya kecil, maka hipotesis diterima. Jika perbedaannya besar, maka hipotesis ditolak.

Uji hipotesis dilakukan dalam beberapa langkah. Berikut adalah cara menentukan daerah penolakan dan penerimaan dalam uji hipotesis.

  1. Menentukan H0 dan Ha.

    Hipotesis statistik atau hipotesis null, yang disebut H0. H0 merupakan jawaban sementara bahwa antara nilai statistik dan harga parameter tidak berbeda.

    Agar terdapat pilihan lain, Ho selalu didampaingi oleh hipotesis alternatif atau Ha yang isinya selalu berlawanan dengan H0.

  2. Menentukan tingkat signifikansi (α).

    Dalam uji hipotesis, kesalahan atau error bisa saja terjadi. Probabilitas dalam melakukan kesalahan dinyatakan dengan α. Untuk memperkecil kesalahan maka perlu dilakukan pembatasan kekeliruan dari masing-masing tipe kesalahan.

  3. Menetukan kriteria pengujian, yaitu daerah yang diterima dan ditolak.

    Pasangan Ho dan Ha yang saling berlawanan akan menentukan kriteria pengujian sehingga tercipta daerah pernolakan dan daerah penerimaan. Daerah penolaksan tersebut disebut juga daerah kritis.

  4. Penentuan nilai standar yang menyatakan letak objek pengamatan apakah berada pada daerah yang diterima atau ditolak.

  5. Pengambilan keputusan.

  6. Pembuatan kesimpulan.

    Kesimpulan harus jelas berdasarkan data yang telah dikumpulkan, menyatakan keterbatasan penelitan, serta memberikan saran untuk penelitian selanjutnya.

Baca juga: 3 Contoh Hipotesis Penelitian Kuantitatif dalam Skripsi

Itulah cara menentukan daerah penolakan dan penerimaan dalam uji hipotesis dalam ilmu statistika untuk menambah wawasan. Meski tidak ada kebenaran mutlak dalam ilmu pengetahuan, namun ilmu pengetahuan tidak pernah mengeluarkan keputusan tanpa dasar. (lus)