Konten dari Pengguna

Cara Menentukan Jenis Muatan Partikel Koloid

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bagaimana cara menentukan jenis muatan partikel koloid. Sumber: pexels.com/Rfstudio.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bagaimana cara menentukan jenis muatan partikel koloid. Sumber: pexels.com/Rfstudio.

Bagaimana cara menentukan jenis muatan partikel koloid dalam praktik kimia? Dalam pelajaran kimia dikenal beberapa macam campuran dengan sifat yang berbeda-beda. Koloid merupakan salah satu campuran yang bisa bermuatan listrik.

Sistem koloid banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya semprotan nyamuk, cat dan hair spray. Karena itu, menarik untuk mengetahui seluk beluk muatan koloid.

Bagaimana Cara Menentukan Jenis Muatan Partikel Koloid?

Ilustrasi bagaimana cara menentukan jenis muatan partikel koloid. Sumber: pexels.com/ChoknitiKhongchum.

Dikutip dari Fisika Farmasi Sains dan Terapan, Mia Fitriana (2022:52), koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi atau campuran suspensi. Koloid memiliki sifat heterogen dan stabil.

Penyerapan ion pada permukaan partikel koloid akan menyebabkan partikel koloid bermuatan listrik. Jika partikel-partikel koloid dapat dalam medan listrik, berarti koloid tersebut bermuatan listrik.

Muatan yang dimiliki partikel-partikel dalam suatu koloid akan sejenis sehingga partikel-partikel koloid akan saling tolak-menolak. Kondisi tersebut akan menyebabkan suatu koloid stabil atau tidak mengendap.

Lalu, bagaimana cara menentukan jenis muatan partikel koloid tersebut? Dalam ilmu kimia dikenal praktik elektroforesis. Elektroforesis adalah pergerakan partikel-partikel koloid dalam medan listrik ke masing-masing elektroda.

Hasil yang akan terlihat dari proses elektroforesis adalah sebagai berikut:

  1. Jika sepasang elektroda dimasukkan ke sistem koloid, partikel koloid yang bermuatan positif akan menuju ke elektroda negatif (katoda).

  2. Partikel koloid yang bermuatan negatif akan menuju elektroda positif (anoda).

Dengan demikian, ada dua jenis muatan partikel koloid, yaitu:

  1. Positif, yaitu jika permukaan partikel koloid mengadsorpsi kation atau ion +.

  2. Negatif, yaitu jika permukaan partikel koloid mengadsorpsi anion atau ion -.

Contoh:

  1. Penyerapan ion H⁺ oleh koloid Fe(OH)₃ dalam air membuat koloid Fe(OH)₃ bermuatan positif.

  2. Penyerapan ion-ion negatif oleh koloid As₂S₃ akan menyebabkan koloid As₂S₃ bermuatan negatif.

Selain untuk penentuan muatan partikel koloid seperti di atas, proses elektroforesis juga dilakukan untuk pelapisan anti karat pada logam atau ban mobil dan pembersihan udara dari cerobong asap yang dikeluarkan pabrik.

Baca juga: Pengertian Listrik dan Berbagai Manfaatnya

Demikianlah pembahasan tentang bagaimana cara menentukan jenis muatan partikel koloid. Elektroforesis pada partikel koloid merupakan salah satu manfaat mempelajari kimia untuk kehidupan sehari-hari. (lus)