Konten dari Pengguna

Cara Menghitung HPP Makanan: Rumus dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menghitung hpp makanan - Sumber: unsplash.com/@catherineheath
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menghitung hpp makanan - Sumber: unsplash.com/@catherineheath

Pemilik usaha perlu tahu cara menghitung HPP makanan, karena ini merupakan aspek penting dalam manajemen keuangan dan strategi penetapan harga. Penetapan harga yang tepat akan membantu menjaga keberlanjutan dan profitabilitas usaha makanan.

Dengan mengetahui HPP (Harga Pokok Penjualan), pemilik usaha dapat menetapkan harga jual produk atau layanan yang memadai. Terutama untuk menutupi biaya produksi dan mendapatan keuntungan yang diinginkan.

Rumus Cara Menghitung HPP Makanan

Ilustrasi cara menghitung hpp makanan - Sumber: unsplash.com/@theshuttervision

Cara menghitung harga jual makanan merupakan langkah penting dalam mengelola biaya produksi. HPP adalah total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi atau menyajikan satu porsi atau satu unit produk makanan.

Berdasarkan buku Business Plan Usaha Kuliner Skala UMKM, Wulan Ayodya, (2016), cara menghitung HPP makanan dapat dilakukan dengan rumus:

HPP = Bahan Baku + Tenaga Kerja + Overhead

Keterangan:

  1. Bahan Baku: Total biaya bahan-bahan utama yang digunakan dalam pembuatan makanan. Termasuk bahan mentah seperti daging, sayuran, bumbu, dan semua bahan utama lainnya.

  2. Tenaga Kerja: Biaya yang terkait dengan tenaga kerja yang digunakan dalam proses produksi makanan. Bisa termasuk gaji koki, pembantu koki, atau staf lainnya yang terlibat langsung dalam pembuatan makanan.

  3. Overhead: Biaya-biaya lainnya yang tidak langsung terkait dengan produksi makanan, tetapi tetap diperhitungkan sebagai bagian dari HPP. Overhead dapat mencakup biaya sewa tempat, listrik, air, peralatan dapur, dan biaya-biaya operasional lainnya.

Contoh Perhitungan HPP Makanan

Ilustrasi cara menghitung hpp makanan - Sumber: pixabay.com/jarmoluk

Contoh perhitungan HPP makanan untuk usaha kuliner adalah sebagai berikut:

A memiliki sebuah restoran yang memproduksi dan menjual hamburger. Langkah-langkah perhitungan HPP untuk satu porsi hamburger adalah:

1. Bahan Baku:

Roti hamburger: Rp2.000

Daging sapi: Rp5.000

Keju: Rp2.000

Sayuran (selada, tomat, bawang): Rp1.000

Saus: Rp500

Total bahan baku = Rp2.000 + Rp5.000 + Rp2.000 + Rp1.000 + Rp500 = Rp10.500

2. Tenaga Kerja:

Gaji koki: Rp3.000 per porsi

Gaji pembantu koki: Rp1.500 per porsi

Total tenaga kerja = Rp3.000 + Rp1.500 = Rp4.500

3. Overhead:

Biaya sewa tempat: Rp1.000 per porsi

Biaya listrik dan air: Rp500 per porsi

Total overhead = Rp1.000 + Rp500 = Rp1.500

Total HPP Makanan:

HPP = Bahan Baku + Tenaga Kerja + Overhead

HPP = Rp10.500 + Rp4.500 + Rp1.500

HPP = Rp16.500

Dengan demikian, HPP untuk satu porsi hamburger di restoran milik A adalah Rp16.500. A sebaiknya menjual hamburger di atas harga tersebut bila ingin mendapatkan keuntungan sekaligus menutup biaya produksi.

Dengan mengetahui cara menghitun HPP makanan ini, restoran atau usaha kuliner dapat menetapkan harga jual untuk mendapatkan keuntungan yang diinginkan. Sambil mempertimbangkan persaingan pasar dan nilai tambah yang diberikan kepada pelanggan. (DNR)

Baca Juga: Cara Menghitung Harga Jual Barang Dagang untuk Mendapatkan Keuntungan