Cara Menghitung Iklim Schmidt Ferguson berdasarkan Curah Hujan

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menghitung iklim Schmidt Ferguson adalah dengan menggunakan rumus Q= jumlah rata-rata bulan kering : jumlah rata-rata bulan basah x 100%. Iklim Schmidt-Ferguson adalah salah satu metode klasifikasi iklim.
Metode ini digunakan untuk mengkategorikan jenis iklim suatu wilayah berdasarkan pola curah hujan bulanan. Metode ini diperkenalkan oleh Heinrich Walter Schmidt dan Ferguson pada awal abad ke-20.
Cara Menghitung Iklim Schmidt Ferguson
Dasar pengklasifikasian iklim Schmidt-Ferguson adalah jumlah curah hujan yang jatuh setiap bulan sehingga diketahui rata-ratanya bulan basah, lembab, dan bulan kering. Sistem ini sangat berguna bagi para peneliti dalam berbagai bidang.
Mulai dari klimatologi, geografi, pertanian, dan lingkungan untuk memahami karakteristik iklim suatu daerah secara lebih mendalam. Berikut langkah-langkah menghitung iklim Schmidt Ferguson.
1. Pengumpulan Data Curah Hujan Bulanan
Langkah pertama adalah mengumpulkan data curah hujan bulanan selama minimal satu tahun di daerah yang akan dianalisis. Idealnya, data ini diambil selama periode yang lebih panjang (misalnya 10 tahun) untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat.
2. Menentukan Bulan Basah dan Bulan Kering
Bulan basah didefinisikan sebagai bulan yang memiliki curah hujan lebih dari 100 mm, sedangkan bulan kering memiliki curah hujan kurang dari 60 mm. Bulan dengan curah hujan antara 60 mm hingga 100 mm dikategorikan sebagai bulan lembap.
3. Menghitung Nilai Q (Koefisien Schmidt-Ferguson)
Cara menghitung iklim Schmidt Ferguson adalah dengan menggunakan rumus Q= jumlah rata-rata bulan kering : jumlah rata-rata bulan basah x 100%. Nilai Q ini akan membantu menentukan tipe iklim berdasarkan kriteria Schmidt-Ferguson.
4. Klasifikasi Iklim Berdasarkan Nilai Q
Setelah mendapatkan nilai Q, tipe iklim dapat ditentukan berdasarkan tabel klasifikasi Schmidt-Ferguson:
Iklim Sangat Basah: Q < 14,3
Iklim Basah: 14,3 ≤ Q < 33,3
Iklim Agak Basah: 33,3 ≤ Q < 60
Iklim Sedang: 60 ≤ Q < 100
Iklim Agak Kering: 100 ≤ Q < 167
Iklim Kering: 167 ≤ Q < 300
Iklim Sangat Kering: Q ≥ 300
Contoh Penghitungan
Misalkan kita memiliki data curah hujan bulanan untuk suatu daerah sebagai berikut (dalam mm): 120, 80, 60, 40, 30, 20, 50, 70, 90, 110, 130, 140. Dari data ini:
Bulan basah (lebih dari 100 mm): Januari, November, Desember (3 bulan)
Bulan lembap (60-100 mm): Februari, Maret, September, Oktober (4 bulan)
Bulan kering (kurang dari 60 mm): April, Mei, Juni, Juli, Agustus (5 bulan)
Menghitung nilai Q:
Q= 5/3 x 100 = 166, 67
Dengan nilai Q sebesar 166,67, klasifikasi iklim daerah tersebut adalah Iklim Agak Kering.
Dikutip dari buku Superbook, WS Pribadie (2013: 18), metode Schmidt-Ferguson menawarkan pendekatan yang sederhana. Namun efektif untuk mengklasifikasikan iklim berdasarkan curah hujan.
Dengan memahami klasifikasi iklim ini, masyarakat dapat membuat keputusan yang lebih baik terkait pertanian, pengelolaan sumber daya air, dan mitigasi perubahan iklim. Metode ini juga memberikan wawasan penting bagi para peneliti.
Baca juga: Mengetahui Wilayah yang Memiliki Iklim Kering dan Sedikit Vegetasi
Demikianlah cara menghitung iklim Schmidt Ferguson dengan rumus yang benar. Semoga membantu! (Msr)
