Cara Menghitung Kubikasi Beton Sesuai dengan Kebutuhan Bangunan

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menghitung kubikasi beton penting untuk membuat RAB (Rencana Anggaran Biaya). RAB dibutuhkan untuk menyediakan dana dan pengendalian karena pembangunan rawan overbudget.
Penghitungan kubikasi beton harus hati-hati karena kelebihan campuran beton tidak bisa disimpan. Jika kurang, proses tersebut bisa gagal.
Cara Menghitung Kubikasi Beton Berdasarkan Volume
Beton merupakan campuran semen, kerikil, pasir, dan air. Beton digunakan untuk memperkuat pondasi atau struktur bangunan. Beton lebih keras dari tembok biasa.
Untuk mengetahui kebutuhan beton diperlukan proses kubikasi, yaitu menghitung berdasarkan volume. Berikut adalah contoh cara menghitung kubikasi beton, yang dikutip dari Renovasi Rumah 24 Jam, Gatut Susanta (2007:34).
1. Sloof Beton
Rumus: VA = bhp
VA: volume sloof .
b: lebar penampang sloof.
h: tinggi penampang sloof .
p: panjang pondasi.
Contoh untuk ukuran sloof 15x20cm.
p = 7,5m.
0,2 = jarak antarcincin 20cm.
0,62 = panjang masing-masing cincin.
VA = 0,15x0,20x7,5 = 0,23m³.
Besi beton diameter 12 mm = 4x7,5 = 30m.
Besi beton diameter 8 mm = 7,5/0,2x0,62 = 23,25m.
2. Kolom Beton
Rumus: VB = (bht)∑k
VB: volume kolom beton.
b: lebar kolom.
h: tebal kolom.
t: tinggi kolom.
∑k: jumlah kolom.
Contoh untuk ukuran kolom 13x13cm.
0,2 = jarak antarcincin 20cm.
0,48 = panjang masing-masing cincin.
t = 3,25m
∑k = 7
VB = (0,13x0,13x3,25)x7 =0,39m³.
Besi beton diameter 12mm = 4x3,25x7 = 91m.
Besi beton diameter mm = (3,25x7)/0,2x0,48 = 54,60m.
3. Beton Ringbalk
Rumus: VC = bhp.
VC: volume ringbalk dan sopi-sopi.
b: lebar beton ringbalk.
h: tinggi beton ringbalk.
p: panjang beton ringbalk.
Contoh untuk ringbalk ukuran 13x20cm.
0,2 = jarak antarcincin 20cm.
0,56 = panjang masing-masing cincin.
p = 26m.
VC = 0,13x0,20x26 = 0,68m³.
Besi beton diameter 12mm = 4x26 = 104m.
Besi beton diameter 8mm = 26/0,2x0,56 = 72,80m.
4. Jumlah Kebutuhan Beton
Rumus: ∑V = VA+VB+VC = 0,23+0,39+0,68 = 1,3m³.
Kebutuhan 1 m³ beton dengan adukan 1 semen : 2 pasir : 3 split adalah:
Batu split 2/3 = 0,83x1,3 = 1,079m³.
Pasir beton = 0,54x1,3 = 0,702m³.
Semen 50kg/sak = 8,5x1,3 = 11,05.
Besi beton diameter 12mm = 1,1(30+91+104) = 247,50m = 20,63 = 21 batang.
Besi beton diameter 8mm = 1,1(23,25+54,60+72,8) = 165,72m = 13,81 = 14 batang.
1,1 = koefisien besi terbuang.
Baca juga: Cara Menghitung Volume Air Akuarium
Itulah contoh cara menghitung kubikasi beton sesuai kebutuhan bangunan. Untuk menghitung kebutuhan riil dibutuhkan kompetensi yang memadai untuk menjamin keamanan bangunan. (lus)
