Konten dari Pengguna

Cara Menghitung Nilai TOEFL dan Pengertiannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi nilai TOEFL tertinggi. Sumber: Pexels/Jessica Lewis 🦋
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nilai TOEFL tertinggi. Sumber: Pexels/Jessica Lewis 🦋

Nilai TOEFL tertinggi maupun terendah dapat dicari dengan cara menggunakan rumus yang telah ditetapkan dan mengacu pada tabel konversi. Cara menghitung nilai ini juga bergantung pada jenis TOEFL yang digunakan.

TOEFL adalah tes yang terstandarisasi untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris dari seseorang yang bahasa ibunya bukanlah bahasa Inggris. Umumnya, TOEFL digunakan untuk syarat kelulusan berbagai jurusan, syarat beasiswa, syarat mencari pekerjaan, dan lainnya.

Pengertian TOEFL

Ilustrasi nilai TOEFL tertinggi. Sumber: Pexels/Mary Taylor

Dikutip dalam buku TOEFL Top Score oleh Anik M. Indriastuti, S.Pd., M.Hum (2011:3) TOEFL merupakan singkatan dari Test of English as a Foreign Language. Artinya tes TOEFL adalah ujian untuk mengukur tingkat kemampuan berbahasa Inggris bagi orang yang bukan pengguna asli bahasa Inggris.

Secara umum, TOEFL terdiri atas 4 bagian, yakni listening comprehension (keahlian mendengar), structure and written expression (penguasaan tata bahasa), reading comprehension (keahlian membaca), dan test of writen English (keahlian menulis).

Institusi resmi penyelenggara tes TOEFL memiliki standar tingkat skor TOEFL yang biasanya dibutuhkan oleh suatu lembaga atau pihak-pihak tertentu yang mensyaratkan sertifikat TOEFL, adapun tingkatan atau level skornya yaitu:

  • 310-42: Tingkat dasar (elementary)

  • 420-480: Tingkat menengah bawah (low intermediate)

  • 480-520: Tingkat menengah atas (high intermediate)

  • 525-677: Tingkat mahir (advance)

Cara Menghitung Nilai TOEFL

Ilustrasi nilai TOEFL tertinggi. Sumber: Pexels/Ketut Subiyanto

Dalam menentukan nilai TOEFL tertinggi maupun terendah, seseorang harus mengetahui jenis tes TOEFL yang digunakan terlebih dahulu. Karena dalam tes ini terdapat 3 jenis tes yang memiliki tata cara atau rumus perhitungan skor sekaligus rentan skor yang berbeda.

Rentan skor merupakan nilai terendah sampai tertinggi yang digunakan dalam acuan perhitungan nilai TOEFL, berikut penjelasan lengkapnya.

1. TOEFL PBT

TOEFL PBT atau Paper Based TOEFL merupakan tes TOEFL yang dilakukan menggunakan media kertas. Khusus perhitungan skor TOEFL jenis ini menggunakan sistem konversi yang mengacu pada tabel konversi.

Tabel ini berisi hasil skor untuk setiap jumlah soal yang dijawab dengan benar oleh peserta. Nilai konversi pada tabel yang kemudian dihitung. Adapun prinsip dasar perhitungan skor TOEFL PBT yaitu:

  1. Menghitung semua jawaban yang benar dari seluruh soal TOEFL.

  2. Melihat tabel konversi untuk mengetahui hasil konversi dari jumlah soal yang benar.

  3. Nilai konversi di setiap kompetensi TOEFL yang diujikan kemudian dijumlah.

  4. Hasil penjumlahan kemudian dibagi 3.

  5. Hasil pembagian tersebut kemudian dikali 10.

Contoh:

Jadi, jika peserta mengikuti tes TOEFL dan kemudian mendapat detail skor (jawaban benarnya) di masing-masing kompetensi yaitu:

  • Listening: 32 sehingga skor konversi menjadi 52.

  • Structure and written expression: 35 sehingga skor konversi menjadi 60.

  • Reading: 40 sehingga skor konversi 55.

Maka cara menghitung skor TOEFL PBT peserta tersebut adalah:

  1. Tambahkan ketiga nilai yang telah dikonversi= 52+60+55 = 167 dikonversi

  2. Bagilah jumlah nilai tersebut dengan 3= 167:3 = 55,6

  3. Kalikan hasil tadi dengan 10= 55,6 x 10 = 556

Lewat contoh tersebut, maka peserta memiliki skor TOEFL PBT 556 poin. Berhubung memakai sistem konversi, maka perhitungan skor wajib melihat tabel konversi yang nilainya sudah ditentukan. Sehingga konversi ini sifatnya mutlak.

2. TOEFL CBT

TOEFL CBT atau Computer Based TOEFL merupakan tes TOEFL yang dilakukan menggunakan perangkat komputer, baik soal dan lembar jawaban ada di layar perangkat. Pada TOEFL CBT skor terendah adalah 0 dan tertinggi adalah 300.

Jika mengikuti tes TOEFL CBT maka tidak menggunakan tabel konversi, dan untuk kompetensi yang diujikan masing-masing memiliki skor 0-30 poin. Adapun prinsip cara menghitung skor TOEFL CBT yaitu:

  1. Menjumlah jawaban yang benar dari seluruh soal di seluruh kompetensi.

  2. Hasil penjumlahan jawaban dibagi 3.

  3. Hasil pembagian tersebut kemudian dikali 10.

Contoh:

Terdapat peserta yang mengikuti TOEFL CBT dengan detail jawaban benar yaitu:

  • Listening: 20

  • Writing: 30

  • Reading: 20

Sehingga jumlah nilai adalah 70 poin, maka perhitungan skor akhir menjadi:

  1. 70 dibagi 3= 23,33

  2. 23,33 dikali 10= 233,3 poin.

Jadi, peserta tersebut memiliki skor TOEFL CBT 233,3 poin.

3. TOEFL iBT

TOEFL iBT atau Internet Based TOEFL merupakan tes TOEFL berbasis internet sehingga sifat tes adalah secara online. Perhitungan skor TOEFL iBT tidak ada rumus, hanya tinggal menjumlahkan seluruh nilai dari masing-masing kompetensi yang diujikan.

Kompetensi disini biasanya disebut dengan istilah sesi, dan dalam TOEFL iBT memiliki 4 sesi. Seperti reading sebagai sesi pertama, writing untuk sesi kedua, dan seterusnya. Skor tertinggi di setiap sesi adalah 30 poin. Berikut contohnya:

  • Listening: 20

  • Reading: 20

  • Writing: 10

  • Speaking: 30

Dari contoh tersebut, peserta tes mendapatkan skor akhir 80 poin dengan skor tertinggi untuk TOEFL iBT adalah 120 poin.

Baca juga: 5 Contoh Tes TOEFL Lengkap dengan Penjelasannya

Itulah cara menghitung nilai TOEFL tertinggi dan terendah yang dapat pembaca lakukan sendiri. Agar nilai yang dihasilkan memuaskan, jangan lupa untuk tetap belajar dan selalu berlatih mengerjakan contoh soal tes TOEFL. (MRZ)